14

Sikap Wajib Pemilik Usaha Saat Ada Karyawan Yang Positif Covid-19

Penularan Covid-19 yang tak kunjung usai kian mendekati orang-orang di sekitar kita. Tak terkecuali rekan kerja atau karyawan kantor. Bila sampai terjadi, segera ambil sikap dan tindakan nyata sesegera mungkin.

Hal ini sejalan dengan anjuran pemerintah dan tim khusus pembasmi Covid-19. Perusahaan, kantor, tempat bekerja, atau pabrik diminta kerja sama dan kooperatif bila terdapat karyawannya yang positif. Tidak lain untuk segera memutus jalur penularan dari segala arah. Terlebih tempat bekerja amat potensial menjadi sumber penularan.

Baca juga: Strategi Bertahan Di Era Pandemi

Sebab semakin cepat mengambil tindakan, semakin cepat pula memutus rantai penularan. Dengan demikian makin cepat pula perusahaan bisa bekerja normal kembali. Tak lupa, perusahaan juga wajib menerapkan protokol kesehatan setiap hari. Tak ada kata kendor atau lengah, meski aktivitas di luar sudah kembali ramai.

Segera tes

Bila sampai ada yang terjangkiti Covid-19 dan dinyatakan positif, maka tanpa perlu menunggu waktu lama, segera tes untuk semua karyawan. Minimal yang satu ruang, satu lantai, dan yang pernah berkontak langsung.

Serta ada baiknya tes, yang paling sederhana seperti rapid test, dilakukan secara rutin. Dua minggu sekali. Terutama bagi karyawan yang masuk setiap hari.

Isolasi diri hingga negatif

Khusus bagi karyawan yang positif, wajib melakukan isolasi mandiri di rumah atau tempat yang lebih aman. Karyawan tersebut baru boleh kembali masuk kerja bila sudah dinyatakan kembali sehat. Biasanya direntang lebih dari dua minggu sampai sebulan untuk benar-benar memastikan tubuh bersih sama sekali dari virus ganas ini.

Baca juga: Saat Harus Masuk Kantor Lagi Usai PSBB

Bersihkan tempat kerja

Tutup kantor setidaknya tiga hari, lalu segera lakukan pembersihan secara menyeluruh di tempat bekerja. Namun tak harus pada segala penjuru tempat kerja. Apalagi bila selama ini ada beberapa ruang yang sengaja tidak terpakai akibat kebijakan WFH. Jadi, fokus saja pada bagian-bagian yang kemungkinan pernah terjamah oleh karyawan positif Covid-19. Seperti ruang kerjanya sendiri, tombol lift, kamar mandi, lorong, serta tempat-tempat lain.

Tak ada rahasia

Di situasi seperti sekarang, sudah bukan saatnya lagi merahasiakan siapa saja yang positif Covid-19. Sebab positif bukan berarti aib. Justru mengabarkan akan menjadi jalan bagi yang karyawan lain (terutama yang pernah berkontak) untuk segera tes dan semakin cepat memutus rangkaian penularan. Juga tetap bersama-sama saling menyokong dan mengeratkan terus tali sosial.

Penuhi hak karyawan

Perusahaan tetap wajib memenuhi hak karyawan positif  Covid-19 dan mesti cuti kerja. Andai masih mampu merampungkan tugas dari rumah, jelas perusahaan harus memberikan upah sesuai kebiijakan. Namun bila tidak, perlu ditinjau kembali berdasar peraturan legal. Semata-mata untuk melindungi hak karyawan. Terlebih ada orang-orang di rumah yang menggantungkannya sebagai kepala keluarga.

Baca juga: No WFH, Bagaimana Menyikapinya?

Membentuk tim gugus

Selain itu, saat ini pemerintah dan gugus tugas pemberantas Covid-19 menghimbau agar semua tempat bekerja punya tim gugus sendiri. Bertugas mengawasi, mendata, dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan seoptimal mungkin. Juga menjadi kepanjangan tangan untuk menyerahkan data yang valid mengenai jumlah, idientitas, dan sejenisnya terkait siapa saja yang dinyatakan positif. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments