13

Ketika Anak Iri Melihat Temannya Sudah Jalan-Jalan Di Era Pandemi

Walau pandemi belum selesai, sudah banyak sekali orang yang berlalu lalang ke sana ke mari. Barangkali mungkin salah satu teman anak sendiri yang liburan bersama keluarganya. Amat berpotensi menimbulkan rasa iri pada anak yang selama ini tetap di rumah saja.

Bahkan kadang tak hanya iri. Tapi juga diikuti rengekan untuk bisa melakukan hal yang serupa seperti teman-temannya. Liburan ke keluar kota dan menikmati pemandangan, jalan-jalan ke mall, berenang di kolam umum, atau makan di restoran.

Baca juga: Dampak Terlalu Banyak Melihat Media Sosial

Bisa ditebak, umumnya setelah anak sudah iri atau menginginkan sesuatu, akan berupaya sekuat tenaga mendapatkannya. Bagi anak yang sudah mulai remaja mungkin akan memainkan trik yang tak kalah lihainya. Bagaimana sebisa mungkin dapat keluar rumah dan jalan-jalan. Apalagi terlihat  foto teman-temannya di media sosial begitu menikmati acara di luar rumah dengan riang gembira.

Sementara wajar tetap di rumah sangat membosankan dan cenderung membuat stres. Padahal tetap di rumah saja saat ini merupakan salah satu solusi terbaik untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Tidak melabeli temannya

Sangat penting bagi orang tua, ketika menyadari anak iri terhadap temannya, sebaiknya hindari memberikan pelabelan tertentu. Seperti egois, tidak patuh pada protokol, dan sebagainya, meski tetap ada benarnya.

Jika ingin berkomentar, sebaiknya pilih kata yang netral dan tidak memojokkan teman anak. Misalnya, mungkin ada acara yang tidak bisa ditunda atau karena di rumah tidak ada yang menjaga. Sehingga anak pun tidak ikut mudah menyalahkan orang lain dan makin merutuki nasibnya tetap di rumah.

Menguatkan dan menggali perasaan anak

Juga perlu menyadari pula akan kepentingan perasaan anak yang tidak bisa diabaikan. Alias tidak begitu saja menganggap rasa iri sebagai sesuatu yang salah. Mengingat tantangan bertahan di rumah tidak mudah bagi siapapun, terutama anak.

Maka dari itu, kuatkan dirinya dan gali perasaan anak lebih jauh. Mungkin sekadar duduk di sampingnya serta mendengar seluruh emosi yang dirasakannya, perasaan anak kembali stabil.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental Selama Corona Melanda

Membuka ruang diskusi

Di momen seperti ini, sekalian saja mengadakan ruang diskusi. Khususnya membuka kesempatan anak menuangkan apa yang ia pikirkan dan bagaimana jalan keluar yang ingin ditempuhnya setelah melihat teman-temannya sudah jalan-jalan. Siapa tahu keinginan anak dapat dipenuhi, namun bila tidak tinggal mencari kompromi.

Di rumah juga bisa seru

Salah satu kompromi yang bisa ditawarkan adalah mengadakan aktivitas di rumah yang tak kalah serunya. Melibatkan anak sembari mengisi waktu yang banyak kosong. Memasak bersama, berkebun, membersihkan binatang peliharaan, berkunjung ke tempat wisata virtual, bermain board game, dan masih banyak lagi. Tawarkan saja opsi sebanyak mungkin. Tak lain untuk membuat anak memahami bahwa orang tua juga tetap peduli pada kesehatan mental mereka selama ini.

Baca juga: Referensi Virtual Tour Menarik Untuk Anak-Anak

Bersama menghadapi corona

Juga ingatkan terus pentingnya selalu menegakkan protokol kesehatan. Walau sudah merasa capek dan bosan, itu lebih baik ketimbang harus tertular di luar sana. Dan, terpenting ada orang tua yang selalu menemani anak setiap saat untuk menghadapi Covid-19 hingga usai. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments