11

Bedanya Ruam Biasa Dan Ruam Covid 19

Beberapa waktu lalu, seorang public figure mengunggah foto beserta keterangan jika dirinya mengalami ruam kulit akibat Covid 19. Meski sekilas tampak seperti ruam biasa, ternyata banyak perbedaannya dan wajib diwaspadai.

Berkaca dari kasus Covid 19 di Italia, 88 persen pasien positif mengalami gejala ruam kulit. Bahkan merupakan gejala yang lebih dulu muncul dibanding gejala lain. Muncul dalam berbagai bentuk dan sampai saat ini masih terus dipelajari mengenai sifat serta perkembangannya. Saat ini, gejala ruam kulit sudah merata di hampir semua negara.

Baca juga: Waspada The Silent Killer Happy Hypoxia, Gejala Baru Covid-19

Namun yang bisa dipastikan, ruam kulit akibat Covid 19 tidak bisa hilang dengan sendirinya. Ciri paling mencolok dan dapat dijadikan tolak ukur dari ruam biasa. Di mana umumnya 3-5 hari otomatis menghilang. Entah itu karena alergi, terkena pukulan benda tajam, gatal, dan sebagainya. Jadi begitu mendapati ruam pada kulit yang terlihat tidak biasa, segera ikuti rangkaian tes guna mengetahui keberadaan virus ganas ini.

Ruam makulopapular

Foto: suara.com

Jenis ruam makulopapular merupakan yang paling banyak dialami oleh pasien Covid 19. Penderita akan merasakan gatal selama 2-21 hari. Ditandai dengan bintik-bintik merah di bagian wajah, badan, lengan, dan tungkai bawah. Nyaris mirip dengan bercak kemerahan pada penyakit herpes, demam scarlet, dan campak.

Covid toes

Sementara ruam ini menyerang anak-anak, remaja, dan dewasa awal. Mampu bertahan dalam 10 hari sampai berbulan-bulan lamanya. Ruam cenderung menyerang jari kaki, tapi ada pula yang mengenai jari tangan. Disertai rasa gatal, merah, lecet, nyeri, dan berisi cairan nanah. Dalam beberapa hari jari kaki akan mulai berubah keunguan serta melepuh. Menandakan virus semakin intens menyerang.

Baca juga: Kapan Harus Segera Menemui Dokter Kulit?

Biduran

Keunikan lain yang terjadi pada ruam Covid 19 sering tampak serupa dengan biduran (urtikaria). Bentol kemerahan dengan rasa gatal yang luar biasa. Dapat menyerang bagian tubuh di mana saja. Terutama pada wajah, lengan, dada, punggung, dan tungkai bawah. Gejala ruam mirip biduran ini muncul terlebih dulu daripada gejala demam dan sesak napas.

Ruam vesikular

Foto: republika.co.id

Lepuhan kecil berisi cairan jadi bentuk umum dari ruam vesikular. Mampu bertahan hingga 10 hari dan rata-rata ditemukan dalam 1% kasus positif Covid 19.

Petechiae atau purpura

Ruam yang satu ini terjadi akibat pendarahan di bawah permukaan kulit. Bintik-bintik kecil berwarna ungu atau kemerahan, yang menyasar perut, kaki, pantat, mulut, atau kelopak mata. Beberapa laporan menyebut, pasien dengan ruam petechiae juga mengalami penurunan trombosit.

Baca juga: Makanan Untuk Menaikkan Trombosit

Livedo racemosa

Lebih sering menyerang lansia dengan ketahanan 9 hari. Terjadi akibat penyempitan pembuluh darah di dekat kulit. Pasien akan mendapati kulitnya meruam dengan pola jaring dan warna kemerahan.

Iskemia dan nekrosis

Iskemia ialah kondisi di mana jaringan atau organ tubuh tidak mendapat asupan darah dan oksigen dalam porsi cukup. Kemudian berpotensi menyebabkan sel-sel dan jaringan pada bagian tersebut mati (nekrosis). Sejauh ini, pasien yang mengalaminya, mengalami ruam atau bintik pada jari tangan yang berwana kemerahan atau keunguan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments