31

Cara Jitu Atasi GTM Pada Anak

Gerakan tutup mulut, yang lebih dikenal dengan singkatan GTM, kerap jadi andalan anak-anak. Senjata ampuh menolak setiap makanan yang dihidangkan. Tua orang pun ikut repot dan kebingungan mengatasinya.

Ada pandangan dari beberapa pakar kesehatan yang menilai fenomena GTM di kalangan anak-anak adalah normal. Dapat muncul akibat beragam alasan. Dari fisik yang kurang fit, mencoba untuk beradaptasi dengan makanan, sampai kemungkinan terganggu oleh aktivitas-aktivitas di sekitarnya.

Baca juga: Sukses Membuat Anak Menghabiskan Makanan

Namun walau ada opini yang mengatakan normal, GTM tetap tak bisa dibiarkan. Mengingat anak setiap hari membutuhkan nutrisi yang memadai. Sekaligus memetik aneka manfaat dari kegiatan makan itu sendiri. Apalagi bila dilakukan bersama-sama dengan keluarga.

Karenanya, jangan menyerah. Jangan pula menuruti kemauan anak asal mau makan. Seperti hanya mau makan berjenis instan sambil main gawai. Lakukan sederet upaya yang di awal memerlukan ekstra tenaga dan pikiran. Tapi perlahan, orang tua pasti ikut memanen hasil positif jua.

Buat jadwal rutin

Bila selama ini tak ada jadwal pasti kapan anak harus makan, maka kini saatnya mesti berubah. Buat jadwal rutin setiap hari. Tiga kali sehari makan besar dan dua kali makan camilan. Misalnya pukul 7 pagi, pukul 12 siang, dan pukul 6 sore. Sementara camilan dapat diberikan pada pukul 9.30 pagi dan 3 sore.

Upayakan pemberian waktu makan anak tidak bertabrakan dengan aktivitas yang lain. Misalnya tidak tengah mengantuk, perut masih penuh makanan, dan sebagainya. Jadi pastikan anak memang siap untuk makan dan perutnya kosong supaya mau menerima makanan yang dihidangkan.

Baca juga: Membuat Meja Makan Jadi Sarana Cetak Anak Unggul

Waktu makan yang ideal

Waktu sekali makan yang ideal kurang lebih 30 menit lamanya. Sesuaikan dengan minat anak dalam menghabiskan satu porsi. Ketika dirasa sudah cukup, lebih baik segera akhiri.

Tapi bila anak sama sekali tak menyentuh atau membuka mulut selama 15 menit di awal, berarti acara makan harus berhenti.

Ulangi kembali sesuai dengan jadwal makan yang sudah dibuat. Tetap selingi dengan camilan sehat agar nutrisi anak selalu terjaga.

Variasi menu

Hidangkan menu yang bervariasi. Mengandung sayur, buah, protein hewani, karbohidrat, dan vitamin. Kreasikan dalam bentuk-bentuk yang menarik. Mungkin yang tadinya sayur hijau sering diabaikan jadi menggunggah selera. Lalu sajikan dalam porsi yang aman untuk usianya.

Fokus untuk makan

 

Ketika saat makan tiba, ajak anak hanya fokus untuk makan. Boleh diselingi dengan obrolan ringan dan interaksi secukupnya. Namun bukan dengan menonton tayangan di televisi, di gawai, atau sambil jalan-jalan.

Selalu ajak anak untuk duduk mendekat ke meja makan. Kebiasaan baik yang akan menuntunnya untuk makan dengan cara yang sehat dan benar.

Baca juga: Agar Anak Terbiasa Makan Sambil Duduk

Suasana menyenangkan

Imbangi dengan menciptakan suasana yang menyenangkan. Maka penting bagi orang tua tidak selalu menunjukkan amarah terutama saat anak menolak makanan. Semakin anak sering mendapat tekanan, semakin besar pula GTM-nya. Ajak bicara, ulangi, dan beri stimulus terkait kegiatan makan yang tidak boleh ditinggal. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments