Diversity Casual Teenager Team Success Winning Concept

Tips Mengeratkan Tali Silaturahmi Dengan Tetap Jaga Jarak 

Kini menjaga jarak adalah sebuah keharusan. Meski demikian bukan berarti hubungan sosial mesti merenggang. Justru perlu dikuatkan dan dikencangkan. Tak terkecuali pada hari besar nan suci bagi umat Kristiani yang telah datang, yakni Hari Natal.

Akan tetapi, mengapa penting mengeratkan tali silaturahmi di tengah pandemi? Kehadiran Covid-19 tak hanya menyerang dari sisi kesehatan. Ia nyata menggerus aktivitas ekonomi, edukasi, sosial, dan bidang lainnya. Berdampak serius terhadap banyak orang. Khususnya pemasukan dan berpengaruh pula pada kesehatan mental.

Baca juga: Tradisi Menarik Tiap Natal Di Berbagai Negara

Mungkin bagi sebagian kalangan tak masalah tetap di rumah saja, sembari bekerja dan mendapat upah yang utuh. Tapi bagi sebagian yang lain, pandemi benar-benar memberikan tekanan yang hebat. Apalagi batasan bersosialisasi makin memperlebar masalah yang sudah ada.

Maka dari itu, jarak boleh saja tercipta. Namun kekerabatan pada sesama harus terus terjalin. Tinggal mengubah bentuknya. Saling bergandengan tangan menghadapi kondisi krisis ini bersama-sama. Tanpa melihat perbedaan agama, suku, dan bangsa. Agar selama pandemi dan setelahnya, persaudaraan tetap erat dan  hangat.

Saling menanyakan kabar

Sesekali coba hubungi untuk sekadar menanyakan kabar. Khususnya pada saudara yang tinggal berjauhan atau teman yang sudah lama tidak bertatap muka. Bersyukur ketika mendapati mereka baik-baik saja. Juga pastinya, sedikit pertanyaan dari  kita mengenai  kabar saat mereka sudah dirundung duka amatlah berharga.

Siapa tahu dari pertanyaan kabar, menghadirkan titik-titik semangat dan jalan keluar. Atau ketika menyadari mereka butuh pertolongan, kita tahu harus tahu harus segera bagaimana.

Kirim pesan di hari penting

Ucapkan selamat saat tahu orang-orang di sekitar sedang berbahagia. Bertepatan dengan hari raya keagamaan, ulang tahun, sembuh dari sakit, mendapat pekerjaan kembali, buka usaha baru, dan sebagainya.

Di samping itu, layangkan pesan turut berduka saat ada yang tertimpa musibah. Setidaknya lewat beberapa kalimat pendek mampu menggantikan ketidakhadiran kita di dekatnya.

Baca juga: Dukungan Untuk Tetangga Yang Berprofesi Nakes

Mengirim tanda sayang

Kirimkan tanda sayang sebagai penanda bentuk kepedulian dan persaudaraan. Seperti makanan bagi tetangga yang sedang sakit atau merayakan hari spesial, multivitamin bagi teman yang saat ini sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya, kado untuk anak teman yang berulang tahun, sama halnya dengan makanan favorit untuk orang tua yang belum dapat bertemu lagi.

Tetap mengulurkan tangan

Selalu upayakan mengulurkan tangan. Sekecil apapun bantuan pada yang membutuhkan akan tetap memberikan kontribusi nyata. Misalnya dengan mengirimkan sekian dana pada lembaga penyalur bantuan, yang nantinya akan diteruskan pada kelompok-kelompok tertentu.

Apalagi pada orang-orang terdekat dan dikenal. Tak harus memberikan bantuan materi. Barangkali mencari tahu informasi jalan keluar sehubungan dengan masalah yang dihadapi adalah uluran tangan yang tak ternilai.

Baca juga: Jadi Pembaca Cerdas Tangkal Hoax

Bijak bermedia sosial

Sekilas tak memiliki korelasi. Namun dengan bijak bermedia sosial mampu menyelamatkan tali persaudaraan. Contohnya dengan tidak berkomentar negatif pada unggahan seseorang. Atau menyebar berita bohong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan malah merangsang munculnya kepanikan massal. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments