23

Aturan Ketika Anak Punya Media Sosial

Walau media sosial memberlakukan aturan batasan umur, tapi harus diakui, kini sudah banyak anak-anak yang memiliki akun sendiri. Jika ini yang terjadi pada anak Anda, terapkan beberapa aturan demi kebaikan bersama.

Dalam Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP), Kementerian Komunikasi dan Informatika mengusulkan adanya batasan umur minimal 17 tahun untuk bisa memiliki akun media sosial. Bila belum menginjak usia yang dimaksud, anak wajib mendapat persetujuan dari orang tua.

Baca juga: Panduan Membimbing Anak Yang Ingin Menjadi Youtubers

Di mana nantinya ada mekanisme identifikasi yang melibatkan orang tua dalam proses yang lebih legal dan diatur secara UU. Menandakan pula anak harus melalui serangkaian tahapan sebelum dapat memegang akunnya sendiri.

Akan tetapi, mengapa sampai demikian penting batasan umur pada media sosial ditekankan? Salah satu jawabannya mengacu pada perlindungan data anak dari tangan-tangan jahil.

Serta menghindari penyalahgunaan akun yang belum dipahami sepenuhnya oleh rasionalitas anak.

Jadi, tanpa harus menunggu benar-benar menjadi sebuah UU, orang tua perlu selekasnya membangun pagar proteksi sendiri. Apalagi jika anak ternyata saat ini sudah memiliki dan mengoperasionalkannya secara mandiri.

Untuk apa?

Cari tahu untuk apa anak punya media sosial. Bisa saja terdorong oleh keinginan lingkaran pertemanan yang sudah umum menggunakannya. Punya media sosial menjadi parameter diterima tidaknya anak dalam komunitas yang diinginkan. Juga mengerek citra diri sebagai profil yang keren, gaul, tidak ketinggalan informasi, dan sebagainya.

Dapat pula karena ingin sama seperti orang tua atau saudaranya yang lebih besar. Andai ini yang terjadi, orang tua perlu bijak menerangkan tentang fungsi media sosial supaya anak tidak menangkapnya secara salah kaprah.

Pengaturan privasi

Di samping itu, mulai atur privasinya. Terutama membatasi pihak-pihak yang dapat melihat akun anak dengan bebas, menghilangkan tayangan iklan, dan mencantumkan batas umur pada profil. Termasuk menghubungkan akun anak dengan email orang tua. Agar sewaktu-waktu akun mulai diakses, orang tua dapat mengetahuinya.

Baca juga: Dampak Selebgram Pada Anak-Anak Sekarang

Izin sebelum unggah foto dan komentar

Ada baiknya orang tua mengetahui terlebih dulu foto, caption, atau komentar yang akan diunggah anak. Namun belum tentu setiap saat anak bisa izin dengan berbagai hambatan. Misalnya orang tua tak selalu ada di samping mereka. Karenanya bangun diskusi yang sehat. Sejauh mana media sosial dapat digunakan sesuai umur anak. Seperti apa foto dan komentar yang boleh dan yang tidak boleh dipasang. Tidak lupa, batasan diri sebelum berkomentar pada akun lain atau berinteraksi dengan siapa saja di dunia maya.

Kesepakatan waktu akses

Tambahkan kesepakatan mengenai waktu akses. Yang artinya membatasi mereka terhadap paparan media sosial, layaknya batasan bermain online game. Misalnya sehari sekali saja dan tidak lebih dari 15 menit.

Baca juga: Ini Manfaat Mengenalkan Gadget Pada Anak

Selalu dalam pengawasan orang tua

Awasi sepenuhnya anak-anak ketika melalangbuana di dunia mayanya. Tak ketinggalan, jadi role model bagi anak untuk bisa memanfaatkan media sosial secara sehat. Lebih menghidupkan interaksi di dunia yang sebenarnya, ketimbang terus menerus tenggelam layar ponsel dan diamnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments