20

Waspadai Frozen Shoulder

Frozen shoulder (kaku bahu) adalah kondisi kaku disertai nyeri pada sendi bahu sehingga membuat bahu sulit bergerak. “Gangguan tersebut dicetuskan oleh proses radang yang terus-menerus, sehingga ruang kapsul sendi menyempit dan terjadi perlengketan disertai rasa nyeri,” ujar dr. Jefri Sukmawan, Sp. OT, dokter spesialis bedah orthopedi (shoulder specialist) RS Premier Bintaro.

Bagaimana proses terjadinya frozen shoulder?

Umumnya berlangsung dalam beberapa fase. Pertama, penderita merasakan pegal, berlanjut menjadi nyeri dalam beberapa minggu hingga bulan. Fase berikutnya, sulit menggerakkan lengan atas sehingga terjadi keterbatasan gerak hampir ke segala arah (depan, samping, memutar, bahkan kesulitan menggaruk punggungnya). Limitasi gerakan bahu dapat berlangsung berbulan-bulan bila tidak diterapi dengan tepat.

Fase akhir, gerakan bahu berangsur-angsur kembali. Namun karena dibutuhkan waktu lama (berbulan-bulan hingga menahun) untuk mencapai fase akhir, umumnya penderita berobat saat melalui fase pertama dan kedua.

Siapakah yang bisa menderita frozen shoulder?

Biasanya mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Perempuan lebih rentan mengalami frozen shoulder. Gangguan ini dapat terjadi pada penderita diabetes mellitus atau mereka yang sedang dalam masa pemulihan setelah operasi seperti mastektomi, dan kondisi lainnya seperti stroke, gangguan kelenjar tiroid, atau pasca cedera tulang bahu.

dr. Jefri Sukmawan, Sp. OT

Apa saja gejala frozen shoulder?

Nyeri dan kaku di sekitar bahu dan menyebar ke area sekitarnya hingga ke tulang belikat. Rasa nyeri juga dapat menyebar ke otot-otot lengan atas. Pada kondisi yang lebih berat, rasa nyeri berlangsung terus-menerus bahkan pada saat istirahat malam. Kondisi kaku menyebabkan fungsi bahu dan lengan atas menurun drastis, sehingga penderitanya frustasi dan mengalami penurunan kualitas aktivitas sehari-hari.

Bagaimana mengatasi frozen shoulder?

Umumnya dapat ditangani secara konservatif, seperti minum obat pereda radang, diikuti terapi fisik atau fisioterapi. Kunci utama pemulihan adalah mempertahankan gerakan bahu seoptimal mungkin. “Penderita juga perlu berperan mandiri dalam melatih pergerakan bahunya secara rutin,” imbuh dr. Jefri.

Sebagian besar kasus frozen shoulder biasanya dapat diatasi tanpa dioperasi. Namun bila tidak kunjung pulih, dapat dibantu dengan terapi operatif, seperti shoulder manipulation dan teknik operasi minimally invasive seperti shoulder arthroscopy. (ADV)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments