10

Tanda Anak Sudah Siap Jadi Kakak

Adakalanya sebelum menambah momongan, biasanya orang tua memprioritaskan kondisi anak pertamanya. Sejauh mana anak sudah siap menjadi seorang kakak. Kesiapan yang dapat diamati dari beberapa tanda yang ditunjukkan oleh anak itu sendiri.

Mengingat kakak akan berinteraksi hampir seumur hidup dengan adiknya nanti. Ketika sang calon kakak ternyata tidak siap menerima kehamilan ibunya, kemudian diikuti rasa sibling rivalry saat adik sudah lahir, orang tua juga yang akan direpotkan. Keadaan rumah yang tadinya lebih kondusif, akan berganti rupa dengan ajang perebutan tiap harinya. Mulai dari perhatian orang tua, mainan, dan sebagainya.

Baca juga: Agar Anak Tak Menolak Kehadiran Adik Bayi

Selain itu, pertimbangkan benar-benar sehubungan ada tidaknya tanda-tanda menjadi kakak tersebut. Bila tak terlihat tapi sudah sangat ingin menambah anak atau mendadak hamil lagi di luar rencana, orang tua mesti menjalin komunikasi yang terbaik bagi calon kakak. Sama halnya ketika masih ingin menunda tetapi berbagai tanda sudah sangat jelas ada pada diri anak pertama.

Sering bertanya dan meminta

Salah satunya terlihat dari sikapnya yang sering menanyakan keberadaan adik dan jelas-jelas meminta. Atau kadangkala mengeluh karena kondisi di rumah dianggap tidak ideal. Seperti kesepian, tidak punya teman, membandingkan temannya di sekolah yang sudah punya adik, dan sejenisnya.

Pernyataan ingin punya adek, bertanya, maupun meminta, tak hanya terjadi di waktu santai. Malah kian intens terulang menjelang tidur malam atau menemui situasi khusus. Contohnya setelah melihat anak tetangga bermain dengan adiknya.

Mandiri di level usianya

Tanda siap punya adik lainnya ialah anak sudah mandiri di level usianya.

Minimal sudah mampu mengatasi sendiri kebutuhan-kebutuhan yang paling ringan sekalipun.

Seperti sudah bisa mandi sendiri, tidak lagi mengompol, mau tidur dan bermain sendiri, bisa mengambil minum, atau lainnya. Sebab semakin anak mandiri, semakin mudah bagi orang tua mengasuh anak-anak nanti.

Baca juga: Mengapa Kakak Dan Adik Suka Bertengkar?

Kerap bermain peran

Di lain waktu anak jadi suka bermain peran, mengubah diri sebagai sosok seorang kakak. Tak hanya pada anak perempuan, anak laki-laki juga banyak yang mengalami. Lewat mainan yang dimiliki, contohnya boneka, juga saat bermain adegan tertentu. Diiringi kalimat lisan yang seolah-olah menggambarkan perasaan hatinya. Misalnya, kalau adik sudah bisa duduk, nanti aku bonceng naik sepeda ya.

Suka bermain dengan anak kecil

Calon kakak juga terlihat suka bermain dengan anak kecil. Tetangga sekitar, saudara sepupu, anak teman orang tua. Terutama yang sudah lama dikenal, serta yang baru bertemu.

Tanpa diminta, ia akan langsung mendekati anak kecil dan mengajaknya ke dalam aktivitas bersama. Dari sekadar menyodorkan mainan, tampak sebagai pelindung, memegang tangan, dan yang terlihat sebagai bentuk kasih sayang.

Baca juga: Cara Jitu Mengajarkan Anak Menyelesaikan Masalah

Emosi terkontrol

Penting pula untuk menimbang masalah emosi. Yang mau tak mau perlu dikorelasikan dengan berapa umur calon kakak. Sebab seringkali anak belum pandai mengutarakan, yang muncul ke permukaan hanya tangisan dan kemarahan. Jadi, ada baiknya orang tua menyesuaikan atau melatih kemampuan anak dalam mengenali serta mengelola emosinya sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments