04

Penyebab Panen Jerawat Saat Memakai Masker

Masker adalah perlindungan utama saat ini. Sayangnya, terlalu sering memakainya bagi sebagian jenis kulit malah membuat panen jerawat. Mengapa bisa sampai demikian?

Umumnya jerawat tumbuh subur di area yang tertutup rapat. Mulai dari bawah mata, hidung, pipi, dagu, dan sebagian leher. Terjadinya acne mekanik ini sering dimulai dengan muncul lesi-lesi kecil atau bruntusan, komedo, dan kemudian menuju pada bentuk jerawat.

Baca juga: Kebiasaan Sepele Pemicu Jerawat

Jadi belum tentu langsung menjadi jerawat. Serta perlu diketahui, panen jerawat tak hanya saat memakai masker medis saja. Masker dari bahan kain pun bisa menimbulkannya.

Lantas, bagaimana mencegah atau meminimalisir jerawat sebab masker selalu dibutuhkan terutama ketika keluar rumah? Jawabannya, sering ganti masker tiap dua jam bila dipakai terus menerus. Sebelum mengenakan masker yang baru, cuci area wajah dengan sabun dan keringkan. Di samping itu, hindari olesan aneka krim wajah, alas bedak, pelembap, atau jenis skin care lainnya. Biarkan permukaan kulit bersentuhan langsung dengan masker.

Kelembapan meningkat

Jerawat mulai muncul diawali dari kelembapan yang meningkat. Suhu naik pada area wajah yang rapat tertutup masker. Perlahan hadir keringat dan minyak berlebih yang tertahan, yang kemudian menyebabkan pori-pori tersumbat. Pada akhirnya diikuti jerawat serta masalah kulit. Seperti gatal dan kemerahan.

Dalam kondisi ini, ada baiknya sesaat absen dari masker. Berikan ruang gerak bagi sirkulasi udara untuk menyegarkan pori-pori. Tentu saja, artinya Anda harus di rumah saja. Bukan keluar tanpa masker.

Terjadi gesekan

Munculnya jerawat karena sering mengenakan masker juga bisa karena gesekan.

Di mana kulit mengalami sobekan mikro yang tak terlihat dan tak terasa.

Namun efektif menjadi jalan bagi kuman serta bakteri masuk ke dalam jaringan kulit dalam. Hasilnya selain jerawat, juga diikuti problem lain, misalnya inflamasi. Disarankan untuk mengurangi gesekan yang semakin parah, pilih masker dengan bahan yang lembut juga ramah pada kulit.

Baca juga: Mengenal Bedanya Essence, Serum, Dan Pelembap

Masker membuat kulit kering

Ternyata selain membuat lembap, masker juga menimbulkan kekeringan. Penjelasannya, saat suhu meningkat yang merangsang keringat dan minyak alami keluar berlebihan, kulit mulai mengalami dehidrasi. Apalagi bila tidak diimbangi cairan yang cukup dari kebutuhan yang seharusnya.

Ditambah kapas sebagai bahan masker kain nyatanya juga bersifat menyerap minyak alami wajah. Begitu kulit jadi kering, kesempatan besar bagi jerawat untuk tumbuh subur.

Kotoran yang terperangkap

Jerawat tidak terlepas dari keberadaan kotoran, bakteri, maupun jamur. Mereka datang tapi tak bisa pergi. Alias terperangkap oleh masker dan kondisi lembap. Selama tinggal di wajah yang tertutup, posisinya menutup pori-pori. Jika tak kunjung dibersihkan, dampaknya sebagian besar menjadi jerawat.

Baca juga: Basmi Jerawat Dengan Bahan Alami

Adanya sisa deterjen

Jerawat karena masker juga dipicu oleh sisa-sisa deterjen yang masih menempel. Bagi kulit yang sensitif dan tidak bisa menerima kehadiran deterjen, bersentuhan dalam waktu cukup lama akan meningkatkan risiko panen jerawat. Atau minimal terjadi iritasi kulit yang membuat tak nyaman.

Cegah dengan selalu mencuci bersih masker dan pastikan tidak ada sisa deterjen yang tertinggal. Atau memilih bahan masker yang aman nan bersahabat bagi kulit. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments