02

Mengapa Kakak Dan Adik Sering Bertengkar?

Pertengkaran di antara kakak dan adik mungkin sudah biasa. Namun, sekalipun sering terulang dan dianggap biasa, tetap saja menimbulkan pertanyaan. Mengapa pertengkaran sedemikian sering menghampiri hubungan kakak dan adik?

Contohnya berebut mainan, saling melemparkan kata-kata kotor, berebut perhatian orang tua, hingga main fisik. Kadang kakak yang menang, tapi seringpula adik yang akhirnya memenangkan pertengkaran. Tidak jarang pula, dari pertengkaran adik dan kakak, diikuti amarah orang tua. Entah itu ditujukan pada salah satu atau keduanya.

Baca juga: Bijak Menyikapi Pertengkaran Di Antara Saudara

Di satu sisi sebenarnya wajar-wajar saja muncul pertengkaran di antaranya. Sebab pertengkaran adalah peristiwa alamiah. Di mana keduanya masih saling belajar mengelola segala sesuatunya. Mengingat anak-anak masih dalam tahap tumbuh kembang. Tak bisa langsung menuduh salah satu sebagai pihak bermasalah, sementara selalu menyebut pihak lain sebagai korban semata.

Karena itu bagi orang tua sadari untuk tetap netral dan secukupnya mencampuri pertengkaran di antara kakak dan adik. Tidak selamanya bertengkar akan menjadi masalah. Pandang dari sudut lain, agar mereka bisa belajar menyelesaikan konflik. Kemudian sama-sama mengambil kompromi agar tidak terulang lagi.

Kemampuan komunikasi

Anak-anak masih memiliki banyak keterbatasan. Salah satunya adalah kemampuan komunikasi. Belum sepenuhnya pandai memilah aksi dan reaksi yang tepat. Mungkin bagi kakak sah-sah saja menunjukkan perilaku tertentu. Tapi bagi sang adik, perilaku kakak tersebut tidak pantas. Perlu dibalas dan selanjutnya terjadi pertengkaran.

Cara efektif mengatasinya ialah dengan memberi contoh. Khususnya dari orang tua langsung. Bagaimana membuat satu sama lain saling respek dan tidak menyakiti.

Mengelola emosi

Anak juga belum mampu mengenali dan mengelola emosi.

Apa yang dia rasa adakalanya ditumpahkan lewat satu sikap.

Selalu marah, berteriak, menangis, memukul saudaranya, dan sebagainya. Terutama bila berada dalam kondisi khusus, yang tidak membuatnya nyaman.

Bantu mereka supaya mulai mengenali emosi diri dan mengontrolnya. Menyebut situasi yang membuatnya tidak nyaman, misalnya. Bajunya basah sebelum tidur sehingga perlu ganti baju baru, perlu untuk bermain sendiri tanpa diganggu kakak atau adik.

Baca juga: Agar Anak Tak Menolak Kehadiran Adik Bayi

Saudara sebagai kompetisi

Pertengkaran terjadi juga dipicu oleh pandangan yang menilai saudara sebagai kompetisi. Contohnya kelahiran adik yang ternyata tidak terlalu disukai kakak. Terlebih tidak ada penjelasan dari orang tua dan diminta terus menerus mengalah dengan yang lebih kecil. Adik adalah pendatang baru yang hadir sebagai musuh.

Beda karakter

Di samping itu karena beda karakter. Meski terlahir dari rahim yang sama, karakter anak dapat berbeda-beda. Mungkin kakak menyimpan emosi tidak enakan yang dominan, sementara adik membawa karakter dominan ingin diakui. Ketika karakter ini bertemu sangat mungkin terjadi gesekan yang berbuah pada pertengkaran.

Baca juga: Cara Jitu Mengajarkan Anak Menyelesaikan Masalah

Faktor orang tua dan lingkungan

Acapkali tanpa disadari, pertengkaran dimulai karena faktor eksternal. Yakni datang dari orang tua dan lingkungan terdekat. Orang tua kerap membanding-bandingkan dan terus membela salah satu. Ditambah tak mampu memberikan perhatian dan contoh perilaku yang baik dalam mengatasi persoalan. Sama halnya dengan lingkungan yang memengaruhi relasi kakak adik lewat berbagai fenomena negatif sehari-hari. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments