23

Orang Tua, Ini Cara Hindari Mengerjakan Tugas Anak

Salah satu momok besar belajar online di rumah adalah adanya tugas. Layaknya pekerjaan rumah saat sekolah tatap muka, mesti dikerjakan dan dikumpulkan. Tapi terkadang anak tidak mau menyelesaikan, alhasil orang tua jadi turun tangan. Bagaimana supaya tidak terus berlanjut seperti ini?

Karena pada dasarnya, anaklah yang harusnya mengerjakan, bukan orang tua. Baik tugas soal-soal di buku, membuat prakarya, atau lainnya. Terkecuali ada instruksi tugas merupakan kolaborasi antara orang tua dan anak.

Baca juga: Andal Menjadi Guru Di Rumah

Jadi ketika orang tua mengambil alih dan anak tinggal menerima nilai semata, tidak berarti beban akan menghilang begitu saja. Sebab tugas online yang diberikan merupakan bagian dari aktivitas belajar, walau dilakukan dari rumah. Anak akan merugi mengingat ada bagian penting dari sistem belajar yang terlewatkan.

Maka dari itu, sangat penting mengupayakan anak mau mengerjakan tugasnya sendiri, mandiri, dan berdisiplin positif. Demi terpenuhinya semua tugas yang diberikan. Juga demi pendalaman materi serta pembentukan karakter anak sendiri.

Percaya pada kemampuan anak

Mendampingi anak belajar di rumah memang tidak mudah. Kadang terasa greget ketika anak tak kunjung menemukan jawaban atau terlihat asal mengerjakan tugas.

Namun seberapa besar emosi yang muncul, upayakan untuk menyisakan trust pada anak. Percaya pada kemampuan dan kesungguhan mereka. Mungkin dengan hanya sedikit percaya dari orang tua, semangat mereka akan tergenjot lagi untuk mau mengerjakan tugas sendiri.

Di sisi lain, ketika mendapati ketidakpuasan melihat hasil tugas anak, coba evaluasi bersama. Tunjukkan kekurangan sembari tetap minta pandangan anak mengapa sampai bisa demikian. Hindari langsung menyalahkan, kemudian mendadak campur tangan dengan mengganti jawaban, misalnya.

Baca juga: Menahan Amarah Saat Anak Belajar Online

Beri dukungan secukupnya

Dukungan dari orang tua sangat dibutuhkan. Tapi secukupnya saja.

Sesuaikan dengan umur dan kondisi anak.

Contohnya membantu mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan, sebagai teman diskusi dan mencari inspirasi.

Tidak setiap tugas diberikan, orang tua langsung mengambil alih. Biarkan anak menentukan caranya sendiri untuk menyelesaikan tugas dari sudut pandangnya.

Cari akar permasalahan

Nah, jika anak tidak mau mengerjakan, ada baiknya pula orang tua mencari akar permasalahan. Karena sudah bukan rahasia lagi, anak bosan dan jenuh dengan belajar di rumah. Lantas tak mau mengerjakan tugas. Atau disebabkan faktor lain. Seperti tidak ada ruang yang mendukung, orang tua yang kurang perhatian, dan sebagainya.

Buat kesepakatan dan komitmen

Buat kesepakatan dan minta komitmen dari anak untuk mematuhi. Kapan anak boleh menunda tugas tanpa melewati tenggat waktu, serta konsekuensi apa yang harus dijalani jika anak tidak mengerjakan. Kesadaran dari dalam diri penting untuk ditumbuhkan. Tak harus menunggu perintah dari orang tua.

Baca juga: Para Guru, Lakukan Ini Untuk Menyiasati Kebosanan Murid Belajar Online

Komunikasi dengan guru

Lakukan komunikasi dengan guru. Jadikan sebagai ajang curhat dengan inti mengabarkan kondisi anak plus meminta saran yang bisa diterapkan di rumah. Barangkali dengan menjalin komunikasi, guru juga jadi mudah untuk membantu, memahami kondisi anak, serta menyiapkan strategi guna menggugah semangat murid didiknya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments