11

Perlukah Melakukan Vaksin Influenza Saat Pandemi?

Dulu mungkin vaksin influenza dianggap tidak penting. Namun sejak mewabahnya Corona hingga ketidakpastian mengenai obatnya, vaksin influenza disebut-sebut sebagai salah satu pelindung terbaik bagi tubuh dari virus mematikan ini.

Barangkali stigma awal tadi tidak terlepas dari anggapan bahwa flu adalah penyakit yang ringan. Padahal menurut World Health Organization (WHO) dalam setahun kasus kematian akibat flu dapat mencapai 650 ribu. Ini belum ditambah penyakit komplikasi yang bersumber dari flu sebesar 5 juta kasus. Apalagi sebelumnya dunia berkali-kali digemparkan oleh virus flu maut, dari yang bernama Flu Spanyol, Flu Babi, dan Flu Burung. Juga saat ini Corona yang menyerang sistem pernapasan.

Baca juga: Influenza Yang Pernah Menghebohkan Dunia

Maka dari itu, tujuan utama diberikan vaksin flu pada tubuh adalah bentuk proteksi. Membuat tubuh punya perisai alami dan menghindari gejala yang lebih serius dari paparan virus. Sehingga begitu terasa ada infeksi yang menyerang dan ditindaklanjuti dengan pengobatan segera, kondisi buruk ke tahap selanjutnya tak harus dijalani.

Tipe vaksin

Ada dua tipe vaksin, berupa suntikan dan disemprot lewat hidung. Dalam vaksin flu yang disuntikkan, virus sudah dimatikan. Tipe ini masih dibedah lagi menjadi dua jenis, yaitu yang pertama trivalent. Terdiri dari 2 tipe virus influenza A dan 1 tipe virus influenza B. Lalu jenis kedua disebut quadrivalent. Terdiri dari 2 tipe virus influenza A dan 2 tipe virus influenza B. Semakin banyak tipe virus yang dikandung, semakin maksimal proteksinya.

Kemudian, vaksin flu yang disemprotkan ke hidung. Virus yang dibawanya sifatnya sudah dilemahkan. Pemberian vaksin flu semprot hanya direkomendasikan untuk orang sehat direntang usia 2 hingga 49 tahun.

Baca juga: Perlu Tahu, Perjalanan Virus Flu!

Sasaran

WHO memiliki daftar rekomendasi siapa saja yang sebaiknya menerima imunisasi flu. Di antaranya anak berumur 6 bulan sampai 5 tahun, orang di atas umur 65 tahun, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan pekerja medis. Sedangkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menambahkan seseorang dari umur 6 bulan hingga usia 18 tahun perlu diinjeksi vaksin influenza.

Tapi tentu sebelum prosesnya dimulai, konsultasi dengan dokter sangat dibutuhkan. Terutama bagi yang memiliki alergi atau penyakit kronis. Sebab tak semua tubuh siap menerima vaksin begitu saja.

Jarak pemberian

Penting sekali untuk diketahui bahwa vaksin influenza baru boleh diberikan ketika yang bersangkutan sudah berumur lebih dari enam bulan. Sebelum menginjak usia satu tahun dapat berikan dua kali. Dan setelahnya, dapat diulang tiap setahun sekali.

Di samping itu, tidak ada waktu khusus pemberian vaksin influenza bila Anda tinggal di daerah tropis. Tinggal menyesuaikan saja dengan jadwal atau saran dari dokter. Semakin cepat akan semakin baik.

Baca juga: Langkah Sigap Menangani Flu

Efek samping

Meski dikenal minim risiko, vaksin influenza tetap efek samping yang jarang terjadi. Karenanya waspada jika sampai mengalami kemerahan dan bengkak di tempat bekas suntikan, mual, demam, sulit bernapas, jantung berdebar, mata berair, pingsan, serta lainnya. Segera bawa ke tempat pengobatan terdekat agar dampak dari vaksin tidak bertambah parah. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments