08

Cara Benar Merawat Tas Kulit

Keawetan tas kulit sangat tergantung dari jenis materialnya. Serta bagaimana cara merawatnya selama ini. Apalagi selama di rumah saja, tas kulit jadi jarang terpakai dan mulai berubah dari kondisi aslinya.

Seperti berubah warna, tercium bau tak sedap, tumbuh jamur pada permukaan dan bagian dalam, permukaan kulit retak-retak, atau ada sisi jahitan yang rentan robek. Sangat disayangkan bukan? Apalagi harga tas kulit lumayan mahal. Rasanya seperti sia-sia membeli karena tidak dibarengi cara perawatan yang benar.

Baca juga: Agar Pernak Pernik Kayu Tetap Mempesona

Maka dari itu, jangan serampangan memperlakukan tas kulit di rumah. Meski tak dibawa ke mana-mana, lakukan perawatan rutin untuk membuatnya tetap dalam kondisi sehat. Tak hanya selalu terlihat baru, melainkan juga berumur panjang dan kapan saja masih layak untuk dikenakan.

Gunakan dust bag dan silicon gel

 

Jangan letakkan secara sembarangan. Bungkus tas kulit dengan dust bag yang biasanya disertakan saat membelinya. Bahan dust bag sendiri ada yang terbuat dari kulit juga, namun banyak pula yang berbahan kain tipis. Fungsinya adalah untuk mencegah debu dan kotoran mengenai langsung tas kulit.

Lalu sebelum menutup erat dust bag, tambahkan silicon gel. Berukuran mini yang biasanya dikemas kecil juga ini berperan untuk mencegah timbulnya jamur. Sehingga, tas kulit selalu terlindung maksimal.

Anginkan sesekali

Layaknya barang hidup, tas kulit juga membutuhkan udara segar. Karena itu, sesekali keluarkan dari dust bag dan biarkan tersentuh angin. Akan tetapi jauhi paparan sinar matahari langsung. Sebab dapat mengubah warnanya.

Cukup dijemur sebentar saja, tak perlu seharian penuh, lalu simpan kembali. Idealnya, waktu penjemuran di rentang seminggu sekali atau dua minggu sekali. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tas.

Baca jugaMengusir Bau dari dalam Rumah

Isi untuk menjaga bentuk

Selama disimpan, penting sekali untuk selalu menjaga bentuk tas sebagaimana aslinya. Sebagian tas memang sudah didesain dengan permanen. Jadi ingin disimpan dalam posisi seperti apapun lebih aman dari perubahan. Yang menjadi masalah ketika bentuk tas mudah berubah-ubah. Bisa-bisa nantinya bentuknya berubah kacau balau, kemudian tas lagi enak dipandang.

Untuk masalah ini, Anda bisa mengakalinya dengan mengisi tas dengan bermacam-macam bahan. Secukupnya saja, tak harus benar-benar penuh. Hanya sekadar membuat bentuknya normal seperti yang diinginkan. Seperti gumpalan koran, bubble wrap, potongan busa, dan sebagainya.

Mengatasi bau dan noda

Saat menjemur, amati apabila terdapat noda dan bau. Untuk menghilangkan bau, gunakan baking soda yang efektif menyerap bau dan mudah dibersihkan. Sementara itu hindari air, minyak, atau sabun untuk menyingkirkan noda. Gunakan bedak talk, produk khusus bagi bahan kulit untuk menghapus noda tinda, serta bahan lainnya. Penting pula untuk diingat, bersihkan dengan perlahan agar tidak merusak permukaan.

Baca juga: Mengenali Bedanya Essence, Serum, Dan Pelembap

Oleskan pelembap

Sebelum mengembalikan tas kulit lagi ke dalam dust bag, bila perlu oleskan pelembap khusus untuk bahan kulit. Tujuannya menjaga tekstur tas tetap lentur, halus, lembap, dan tidak mengelupas. Upayakan semua bagian terolesi, tak terkecuali bagian tali dan sudut-sudutnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments