08

Do’s and Don’ts Saat Bersepeda Kata Dokter Spesialis Olahraga

Setiap olahraga memiliki faktor risiko cedera. Begitu pula dengan bersepeda. Karena itu perlu mengenal olahraga ini sebelum melakukannya, terutama bagi orang yang baru mulai bersepeda.

Untuk menyikapi olahraga bersepeda yang kembali tren ini, Titan Center bersama RS Premier Bintaro mengadakan seminar online bertema Yuk Kenali Do’s & Don’ts Ketika Bersepeda, beserta dengan resikonya, pada Jumat (6/11)

Acara tersebut menghadirkan dr. Taufan Favian, Sp.KO, dokter spesialis kedokteran olahraga RS Premier Bintaro sebagai pembicara utama. Peserta pun cukup banyak, terutama dari kalangan pesepeda. Berikut yang terungkap pada seminar tersebut.

Baca juga: 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Saat Beli Sepeda

Dos

1/ Kenali batasan tubuh. Sebelum bersepeda perhatikan apakah Anda memiliki penyakit bawaan, seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain. Perhatikan pula kapan terakhir medical check up. Hal ini perlu untuk memahami kondisi kesehatan Anda.

2/ Kenali kemampuan fisik. Setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda, misalnya kekuatan paha yang tidak seimbang, atau misalnya keluhan pada punggung, dan sebagainya.

3/ Kenali intensitas. Olahraga yang benar adalah yang dilakukan secara bertahap. Yaitu mulai dengan intensitas rendah, lalu setelah beberapa kali bersepeda tingkatkan menjadi intensitas sedang. “Namun saya sarankan untuk bersepeda ringan atau santai saja,” ujar dr. Taufan.

Untuk mengetahui intensitas olahraga ada dua cara, pertama dengan menggunakan smartwatch yang akan mengukur denyut nadi, kedua dengan monitor subyektif. Cara mengukur dengan monitor subyektif adalah bila masih bisa ngobrol dengan intonasi berarti masuk intensitas ringan, Bila bisa bicara tapi intonasi hilang itu berarti masuk ke intensitas sedang, dan bila bicara sudah tidak jelas berarti masuk ke intensitas berat.

Baca juga: Mudah dan Mandiri Merawat Sepeda

4/ Lakukan strength conditioning. Yaitu latihan untuk menguatkan otot yang dipakai ketika bersepeda, seperti otot paha, bokong, perut, betis. Dengan melatih otot risiko cedera dapat dikurangi dan performa pun meningkat.

5/ Makan yang benar. Contoh pola makan yang benar untuk pesepeda adalah carbo loading sehari sebelum bersepeda, dua jam sebelum bersepeda makan makanan tinggi karbohidrat dan minum yang cukup. Saat bersepeda membawa glukosa simpel dan minum. Setelah bersepeda makan makanan yang lengkap.

6/ Lakukan pemulihan. Misalnya dengan melakukan berendam air dingin atau melakukan pemijatan.

Don’ts

1/ Langsung bersepeda dengan intensitas tinggi. Hal ini sangat berbahaya apalagi bila pesepeda tidak mengetahui penyakit bawaan.

2/ Tidak makan sebelum bersepeda karena ingin menurunkan berat badan. Memang bersepeda bisa menurunkan berat badan, namun dengan membiarkan perut kosong ketika bersepeda akan membuat performa tidak maksimal bahkan berbahaya bagi tubuh.

3/ Tidak melakukan stretching atau peregangan sebelum dan sesudah bersepeda. Melewatkan stretching sebelum bersepeda bisa menyebabkan kram otot.

Baca juga: Harga Sepeda yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

4/ Membiarkan sepeda yang terasa tidak nyaman. Penggunaan sepeda yang tak nyaman dalam jangka waktu lama akan bisa menimbulkan nyeri pada bagian tubuh dan menimbulkan cedera.

5/ Tidak beristirahat. Beri waktu otot untuk pulih dengan beristirahat dan tidur yang cukup. (YBI)

 

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments