06

Menjaga Kejernihan Kaca Mobil Di Musim Hujan

Salah satu masalah berkendara di musim hujan adalah kaca buram yang menghalangi pandangan. Risikonya tentu berbahaya. Karenanya, pengendara mesti mengetahui bagaimana menjaga kaca tetap jernih dan bersih.

Umumnya ketika hujan, apalagi hujan lebat, kaca depan mobil akan mudah berembun, kotor, pantulan cahaya dari kendaraan lain tidak jelas, dan pandangan jadi terbatas. Belum lagi adanya potensi lumpur, kuman, atau jamur yang tertinggal. Jelas ini akan semakin meningkatkan masalah menyetir di bawah guyuran hujan.

Baca juga: Langkah Aman Membersihkan Kaca Mobil

Pemilik kendaraan juga perlu menyadari pentingnya langkah proteksi saat itu juga. Atau segera merawat kaca mobil ketika sudah hujan telah usai dan sudah di rumah. Mobil harus segera dibersihkan, khususnya bagian kaca untuk menjaga performanya.

Namun, ada baiknya perlindungan dimulai sebelum mengajak mobil ke jalan raya. Bersihkan dulu seluruh permukaannya dari debu dan kotoran. Faktor yang bukan saja membuat kaca mobil sulit dibersihkan, tapi kaca langsung buram begitu terkena air hujan. Dengan begitu, nantinya Anda tinggal mengatasi air yang mengarah ke kaca saja.

Bersihkan kaca

Selain menyingkirkan debu dan kotoran tadi, disarankan Anda menambahkan rubbing compound. Bahan ini mengandung zat layaknya lilin, sehingga membuat kaca memiliki sifat layaknya daun talas. Air segera pergi tak bersisa.

Oleskan tipis-tipis saja ke area kaca, lalu biarkan sejenak. Setelah itu lap dengan kain bersih (upayakan berbahan microfiber agar tak menggores badan kaca). Saat mengelap lakukan dengan memberikan sedikit tekanan. Pasta rubbing compound akan sangat membantu menjaga kejernihan kaca dari terpaan air hujan.

Baca juga: Menjaga Stamina Mobil Saat Musim Hujan

Perhatikan wiper dan cairannya

Perhatikan pula mengenai kondisi wiper dan cairan yang tersimpan untuk menyiram. Gunakan selalu wiper yang masih bagus kondisinya. Terlihat dari sisi karet, gagang, dan ada tidaknya bunyi yang dikeluarkan. Karet yang masih bagus fisiknya tetap rata, halus, dan tidak berjamur. Untuk mempertahankannya dalam kondisi demikian, hindari menjemur mobil di bawah terik matahari secara langsung dan lama.

Ingat, karet wiper yang sudah tidak layak akan menimbulkan beberapa bahaya. Contoh paling banyak ialah meninggalkan goresan pada kaca dan tidak maksimal dalam menyingkirkan air saat hujan. Bila kaca sudah tergores, pandangan ke arah depan jelas akan terganggu.

Baca juga: Merawat Mobil Yang Lama Tak Dipakai

Pastikan tabung penyimpanan sudah penuh dengan cairan agar tidak kehabisan. Sebagai info tambahan, pada umumnya memang air biasa yang dipakai. Tapi lebih baik jika menggunakan cairan khusus untuk reservoir wiper. Sebab hasilnya lebih optimal membersihkan dan menjaga kaca jernih setiap saat.

Bila kaca dalam berembun

Sementara itu, tidak jarang mendapati kaca bagian dalam berembun ketika di luar kendaraan sedang hujan. Tentu membuat pandangan ikut terhalang mengingat kaca yang buram. Fenomena ini timbul karena suhu di dalam mobil lebih hangat ketimbang suhu di luar mobil.

Untuk mencegahnya, pengemudi hanya perlu melakukan langkah sederhana. Cukup dengan menyamakan atau menurunkan suhu AC agar tidak berbeda jauh dengan suhu di luar kendaraan. Sayangnya dibarengi risiko lain, yakni membuat kedinginan pengemudi dan penumpang lainnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments