03

Memetik Pelajaran Dari Datangnya Corona Bagi Perkembangan Bisnis

Siapapun tahu dunia bisnis sedang dihajar habis-habisan oleh Corona. Apalagi tidak bisa dipastikan kapan krisis segera berakhir. Namun, ada hal positif yang bisa dipetik dari semua ini. Untuk perkembangan bisnis sekarang dan masa depannya kelak.

Sebab bisnis akhir-akhir ini tak hanya diwarnai sepinya pembeli. Fenomena PHK di mana-mana, pemotongan gaji yang hampir mengenai setiap lini, dan penutupan gerai di banyak tempat seolah tampak peristiwa yang biasa saja. Sementara lapangan kerja baru yang diharapkan mampu menampung banyak tenaga kerja tak kunjung dibuka.

Baca juga: Tindakan Nyata Saat Krisis Yang Perlu Dilakukan Atasan

Terlepas dari itu semua, bisnis maupun sektor lain memang tak ada yang siap. Jadi paling tidak, dengan memetik pelajaran dari datangnya Corona, risiko yang sama tak akan terulang atau dapat diminimalisir. Sekaligus langkah bertahan, pengalaman berharga menghadapi krisis di gelombang-gelombang selanjutnya, juga merencanakan mekanisme bisnis yang lebih sehat.

Transformasi digital

Pelajaran pertama adalah segera mengubah diri. Menyesuaikan dengan selera dan budaya saat ini, yakni transaksi digital alias online. Bahkan bisa dikatakan, sekarang mengubah gaya pembelian secara daring adalah cara terbaik untuk tetap mendapatkan konsumen dan keuntungan.

Namun perlu diingat. Beralih ke online perlu dibarengi dengan penyediaan aplikasi yang mudah, nyaman digunakan, dan fast response setiap saat.

Beradaptasi

Adaptasi juga perlu diarahkan ke bentuk yang lain. Di antaranya cara kerja yang lebih efektif, efisiensi penggunaan uang, pertimbangan untuk membeli atau menjual aset, jumlah karyawan, dan sebagainya. Bukan tidak mungkin penyesuaikan dilakukan dengan cara memproduksi barang baru sebagai yang utama. Semata-mata untuk mengejar animo masyarakat di era pandemi.

Baca juga: Bentuk Tabungan Finansial Aman Bila Terjadi Resesi

Jemput bola

Krisis telah mengajarkan bahwa berdiam diri tidak akan menghasilkan apa-apa. Maka dari itu, diri sendiri mesti menjemput bola. Jangan ragu untuk langsung menawarkan konsep bisnis baru pada klien. Atau tak usah malu menawarkan barang door to door. Termasuk gencar melakukan promo di media sosial. Lakukan semua cara yang paling mungkin untuk ditempuh.

Menabung, dana darurat, dan investasi

Menyelamatkan bisnis berarti juga menyelamatkan diri sendiri. Susun kembali anggaran yang ada, berapa uang operasional yang tersisa, masih amankah dana darurat, dan opsi untuk investasi. Perhitungan setiap rupiah agar jelas ada manfaatnya. Bila memang bukan waktunya belanja, menandakan sebaiknya dana tetap disimpan.

Jaga hubungan baik

Jaga hubungan baik dengan siapapun. Terutama konsumen yang selama ini sudah menjadi pelanggan setia. Rawat jejaring yang telah dipunya. Sesekali tanyakan kabar meski tak harus untuk mengawali sebuah pembicaraan bisnis. Siapa tahu nantinya dengan tetap merawat silaturahmi, sumber rezeki tahu-tahu datang tanpa diduga arahnya.

Baca juga: Tips Menghadapi Krisis Bagi Pekerja 50 Tahun Ke Atas

Rencana jangka panjang

Selain itu, Anda sebagai pebisnis atau sedang berperan dalam posisi lain bakal membutuhkan rencana jangka panjang. Khususnya untuk terus berdaya dalam serba ketidakpastian. Bahkan bila perlu, tak hanya satu, tambahkan dua hingga lebih rencana sebagai cadangan.

Segera jalankan saat menyadari krisis yang baru akan menghantam dan rencana awal tidak mampu menghadang. Dengan demikian, rencana jangka panjang tak ubahnya seperti pelampung untuk mencegah diri tenggelam. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments