01

Sisi Lain Dari Paris Yang Bikin Miris

Mengingat Paris, Prancis, berarti mengingat segala gemerlapnya. Lambang fashion, kota cinta, pesta, romantisme, dan yang membuat gembira. Tapi benarkah selalu demikian? Karena sebuah kota juga ada sisi gelapnya. Sisi miris yang membuatnya tak lagi sempurna.

Sayangnya jarang terungkap. Apalagi bila ke sana hanya mengunjungi tempat-tempat favorit untuk wisata dan belanja saja. Masih banyak sudut-sudut Paris yang tersembunyi atau bahkan nyata di depan mata namun tak menjadi perhatian.

Baca juga: Lokasi Syuting Film Yang Jadi Tempat Wisata

Karenanya hati-hati saat berkunjung di ibukota Prancis ini. Jangan mudah tergiur dengan segala sebutan indah yang telah begitu melekat. Paris terus berkembang, tak berbeda dengan kota-kota besar lainnya di dunia. Dan belum tentu perkembangannya selalu dibarengi dengan pertumbuhan hal-hal yang positif. Bisa jadi malah yang negatif lebih dominan dan menjadi ancaman nyata bagi kota dan yang ada di dalamnya.

Tunawisma

Siapa sangka Paris juga memiliki tunawisma di mana-mana. Jika Anda sempat menjelajahi lorong atau gang-gang kecil gelap tengah kota pun, orang yang tidur dengan alakadarnya bak jamur di musim hujan. Ada yang hidup sendirian, ada pula yang bergerombol tampak seperti sebuah keluarga.

Kini sepertinya jumlah tunamiswa semakin meningkat. Tapi lagi-lagi tersembunyi di balik deretan gedung yang indah, tapi tampak nyata di tepi jalan besar dan dekat dengan tempat wisata terkenal. Di satu sisi cukup mengganggu, di sisi lain tentu ada pertanyaan besar, ada apa dengan Paris sekarang?

Baca juga: Mengapa Liburan Keluar Negeri Dianggap Lebih Bergengsi

Pengemis

Dari adanya tunawisma tak aneh jika di kota romantis ini menjamur pula banyak pengemis. Profesi utama dengan mengharap pemberian para turis yang datang. Sebagian tinggal duduk sembari memasang tulisan singkat berharap ada belas kasih, sementara yang lain mencoba peruntungan dengan memainkan skill yang dipunya. Alat musik, menyanyi, atau membaca puisi dari tokoh ternama.

Bahkan sekarang jumlah peminta-minta juga banyak datang dari wisatawan yang kehabisan bekal. Atau yang sengaja ingin jalan-jalan tanpa modal.

Sampah dan tikus

Foto: dailysabah.com

Keindahan Paris tercoreng sebab sampah dan serbuan tikus di mana-mana. Barangkali ada korelasi dengan jumlah wisatawan yang terus meningkat yang tidak dibarengi pelayanan kebersihan yang memadai. Sampah plastik tergeletak di trotoar samping jalan-jalan utama, barang-barang para tunawisma yang berserakan, sampah di tong-tong sampah yang tak kunjung diambil, dan sebagainya.

Belum lagi ditambah jumlah tikus yang kabarnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Para pengunjung gereja Notre Dame sekarang kerap mendapati binatang jorok ini berseliweran dengan mudahnya.

Baca juga: Haruskah Membeli Oleh-Oleh?

Kriminal

Tak ada kota yang benar-benar aman, termasuk Paris. Kriminal banyak mengincar pendatang yang masih belum awam dengan seluk beluk kota. Lewat berbagai modus, para kriminal akan berupaya mendapat keuntungan semaksimal mungkin.

Di metro, kereta yang menghubungkan titik-titik kota, fenomena kecopetan tampak seperti biasa saja. Di keramaian turis akan diintai oleh penipu yang kehilangan dompet, pura-pura memasang cincin dengan alasan ritual lalu minta uang, atau langsung saja menodong tak ubahnya perampok di siang bolong. Jadi hati-hati dan pasang alarm waspada. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments