31-1

Perlukah Rumah Terlalu Sering Disemprot Cairan Disinfektan?

Sejak awal kemunculan Corona, cairan disinfektan dianggap sebagai penolong. Disemprotkan ke mana-mana, termasuk rumah dan seisinya. Namun, apakah perlu terlalu sering menyemprotkan disinfektan di rumah?

Sebelum sampai ke tahap tersebut, ada baiknya masyarakat memahami apa itu disinfektan. Cairan ini adalah proses dekontaminasi yang membunuh atau menghilangkan mikroorganisme di permukaan benda mati. Cairan disinfektan berbeda dengan cairan antiseptik dan sterilisasi.

Baca juga: Supaya Rumah Merdeka Dari Virus Corona

Jika tadi disinfektan diperuntukkan untuk mikroorganisme pada jaringan benda mati, maka antiseptik difungsikan untuk membunuh atau menghambat sel-sel kecil pada jaringan hidup. Sedangkan sterilisasi diarahkan untuk membasmi mikroorganisme pada jaringan hidup maupun mati.

Masing-masing memiliki jenis dan sifat cairan, langkah proses, dan waktu yang berbeda-beda. Tidak terlepas pula dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar atau perilaku orang-orang di rumah. Sebab kita tidak bisa dengan menganggap bahwa usai disemprot, rumah akan selamanya aman dari corona atau virus-virus yang lain. Kerja sama berupa tetap menerapkan protokol kesehatan tetap yang paling penting.

Perhatikan zona rumah

Mungkin sekali atau dua kali tak masalah untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke permukaan benda-benda di rumah. Dengan kata lain, tidak boleh disemprotkan pada anggota keluarga di rumah. Karena itu, lebih baik sebelum menyemprot, rumah dikosongkan terlebih dulu.

Baca juga: Sumber Penularan Covid-19 Meski Di Rumah Saja

Kemudian perhatikan zona area rumah. Merah, oranye, atau sudah dinyatakan zona hijau. Jika mendapati daerah rumah berada di lingkup berbahaya dan Anda ingin melakukan penyemprotan, maka sebaiknya lakukan konsultasi dengan ahlinya. Berapa takaran cairan yang aman, lokasi mana saja yang boleh disemprot, benda apa yang boleh dan tidak boleh, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga benda bisa digunakan kembali.

Dampak dari disinfektan

Selain itu pertimbangkan mengenai dampak dari cairan disinfektan. Mengingat cairan dapat tertinggal di permukaan benda dan dapat menimbukan berbagai gangguan. Paling banyak terjadi adalah gangguan penapasan. Sakit yang seharusnya paling kita jauhi selama pandemi ini.

Waspadai pula bila dari cairan muncul bau tajam. Menandakan penggunaan cairan disinfektan yang sudah berlebihan. Serta pahami, karena tak ditujukan untuk jaringan hidup, maka ketika anggota rumah terkontaminasi, risiko yang bakal dihadapi antara lain iritasi pada mata, kulit, saluran pencernaan, dan organ-organ lain. Dari yang seharusnya mengamankan, cairan malah membahayakan. Tentu makin repot mengatasinya di masa sekarang. Jadi, lebih baik hati-hati sebelum benar-benar memakai di rumah.

Lakukan cara lain

Ketimbang dilanda rasa khawatir tapi ingin rumah tetap aman, tempuh cara lainnya. Seperti membersihkan permukaan benda-benda langsung dengan cairan pembersih. Tanpa membuat partikel cairan terbang ke mana-mana. Minimal langkah ini memperkecil risiko dan tidak membuat anggota rumah menghirup partikelnya.

Baca juga: Bagian Rumah Yang Sering Lupa Dibersihkan

Tetap lakukan protokol kesehatan dengan ketat. Khususnya bila baru bepergian dari luar. Segera mencuci tangan, bersih-bersih diri, dan memakai baju bersih. Batasi kunjungan tamu atau persilahkan saja mereka cukup di teras saja. Apalagi bila di dalam rumah ada bayi dan orang tua yang masuk golongan rentan tertular. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments