30

Berbahayakah Anak Kejang Saat Demam?

Anak kecil kerap mengalami gejala demam. Sebenarnya demam justru tanda kekebalan tubuh sedang bekerja. Dengan demam tubuh anak akan memiliki kekebalan lebih baik yang kelak akan menjaga tubuh anak dari serangan penyakit yang lebih fatal. Namun kadang demam diiringi dengan kejang. Membuat orang tua menjadi panik.

Itulah beberapa hal yang terungkap pada webinar bertema A-Z Penyakit Langganan Pada Anak yang diselenggarakan oleh Titan Center Bintaro pada Rabu (28/10). Webinar tersebut menghadirkan dr. Fransisca Handy, SpA, spesialis anak dari RSIA Bina Medika.

Baca juga: Anjuran Dokter Anak untuk Meminimalkan Dampak Gawai Selama Belajar Online

Demam juga memiliki beberapa manfaat, antara lain untuk meningkatkan kerja leukosit (sel darah putih) dalam melawan infeksi. Demam juga menghambat pertumbuhan kuman penyakit. Selain itu antibiotik juga bekerja lebih aktif pada kondisi demam.

Namun salah satu komplikasi dari demam yang kadang bikin waswas orang tua adalah bila demam disertai dengan kejang. Agar tak terlalu khawatir atau malah panik, kenali lebih jauh soal kejang.

Tidak Bisa Dicegah

Kejang saat demam tak bisa dicegah dan juga merupakan hal yang berhubungan dengan genetik. Kejang saat demam normal terjadi pada anak usia enam bulan hingga enam tahun. “Lima hingga 10 persen anak Indonesia mengalami kejang saat demam. Hal ini disebabkan sensitivitas pada otak,” ujar dr. Fransisca.

Demam memang berhubungan dengan otak. Saat ada virus atau bakteri yang masuk, otak atau hipotalamus akan meningkatkan set poin suhu tubuh sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh. Yang perlu diwaspadai bila setelah umur 6 tahun anak masih mengalami kejang.

Namun orang tua perlu waspada bila kejang terjadi karena penyakit intra-kranial, yaitu penyakit di selaput otak atau di dalam otak. Seperti meningitis atau ensefalitis.

Baca juga: Agar Si Kecil Tak Tertular Sakit Saat Kumpul Keluarga

Tanda Kejang Demam Sederhana

Lalu bagaimana membedakannya? Kejang demam sederhana terjadi hanya saat demam dan berlangsung kurang dari 15 menit. Anak pun kembali sadar setelah kejang. Bila ini terjadi, orang tua bisa memberikan obat anti-kejang hanya saat kejang terjadi.

Adakah Dampaknya?

Kejang demam sederhana tidak memiliki konsekuensi jangka panjang, tidak merusak otak, dan tidak menyebabkan gangguan perkembangan. Kejang demam sederhana juga tidak menurunkan kecerdasan dan bukan faktor risiko terjadinya epilepsi.

Baca juga: Perlu Diperhatikan Ketika Pergi dengan Anak Umur Dua Tahun ke bawah

Kejang demam sederhana umumnya tidak memerlukan pemeriksaan lebih jauh, seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan aktivitas listrik otak (EEG), maupun CT-Scan dan MRI kepala. Namun orang tua juga perlu mengkonsultasikan hal tersebut ke dokter. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments