28-1

Pemuda Pemudi, Kuasai Soft Skill Ini Agar Terus Bersinar

Tak salah jika menyebut masa remaja adalah segalanya. Era kesempatan untuk mengeksplor banyak hal. Salah satunya menguatkan soft skill bagi masa depan yang lebih gemilang.

Apalagi pandemi ini telah mengubah tatanan sosial dan menyadarkan akan pentingnya modal personal. Demi bertahan dan menjamin keberlangsungan hidup layak bagi diri sendiri maupun orang lain. Sangat rugi jika masa remaja dilalui begitu saja tanpa ada bekal yang berarti.

Bukan saja untuk mengejar status remaja sebagai agent of changed. Dari sudut pandang remaja sebagai individual, soft skill akan membuat mereka mudah diterima secara sosial, eksis, mandiri, dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten. Terlebih ada dukungan nyata dari orang-orang terdekatnya, khususnya orang tua.

Baca juga: Pola Asuh Yang Tepat Bagi Remaja, Perlu Tarik Ulur

Maka, di waktu belajar secara daring ini, di mana waktu banyak tersisa, gunakan sebaik-baiknya. Ajak anak untuk menempa diri. Meski di rumah saja, banyak cara yang bisa dipakai untuk meningkatkan soft skill seoptimal mungkin.

Kecerdasan emosional

Sangat penting memiliki kecerdasan emosional. Mampu mengelola emosi yang tepat sesuai dengan situasi yang ada. Apalagi ketika berada di bawah tekanan atau sedang dalam konflik berkepanjangan.

Dimulai dari mengenali emosi yang dominan, masuk ke tahap menerima, kemudian menyalurkannya dengan positif. Tujuannya guna mencegah reaksi yang salah ketika mendapati diri terjebak di kondisi yang tidak menguntungkan. Sebab salah menampakkan emosi, dampaknya bisa bermacam-macam.

Public speaking

Selain itu keterampilan berbicara atau public speaking. Gaya komunikasi yang santun dan efektif, yang dibutuhkan hampir dalam setiap interaksi. Latih anak kapan saat yang tepat menggunakan bahasa gaul, di lain waktu mesti membiasakan diri lebih bersikap resmi.

Baca juga: Manfaat Belajar Public Speaking Bagi Anak

Adaptasi

Jenis soft skill lain yang dibutuhkan adalah kemampuan beradaptasi. Meleburkan diri dengan apa yang ada. Dalam arti, lebih fleksibel menerima kondisi terkini dan tidak bertahan atas apa yang dianggap paling benar menurut ego sendiri. Temukan cara bagaimana remaja dapat beradaptasi di banyak situasi. Sebab tak ada yang bisa memastikan masa depan akan datang dengan baik-baik saja.

Problem solving 

Sama halnya dengan kemampuan memecahkan masalah. Tumbuh menjadi seorang yang thinking out of the box, menghasilkan keputusan secara cepat namun minim risiko, dan taktis. Sebaliknya, bukan berputar-putar dalam masalah atau gampang menyalahkan pihak lain.

Kerja sama dan kolaborasi

Kompetisi akan selalu ada. Tapi ingat, tuntutan mampu kerja sama dan kolaborasi juga terus meninggi. Individu yang tak bisa memenuhi akan segera ditinggal. Jadi, sudah saatnya sejak remaja banyak terlibat dalam tim, kerja sosial, sukarelawan, dan sejenisnya.

Baca juga: Kiat Melatih Soft Skill Anak Dari Rumah

Networking 

Remaja juga perlu menjaring dunia pertemanan seluas-luasnya. Yang dikenalnya secara langsung maupun lewat dunia maya. Belajar dari mana saja untuk menambah pengetahuan, pengalaman, juga memperbanyak kenalan.

Tata krama

Di samping pandai menempatkan diri dengan mengaplikasikan tata krama. Etika bergaul yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat. Terutama dalam dunia kerja yang menjunjung tinggi profesionalisme. Atau memahami kapan harus menunjukkan empati dan toleransi ketika bertemu hal-hal yang berbeda dari dirinya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments