25

Merawat Kawat Gigi Sendiri Saat Pandemi

Usai dipasang, kawat gigi atau behel membutuhkan perlakuan khusus. Termasuk periksa rutin ke dokter gigi. Sayangnya tidak sebebas dulu, mengingat ada pandemi. Karenanya ketahui merawat kawat gigi sendiri dari rumah.

Mayoritas kawat gigi terbuat dari bahan logam, plastik, atau keramik. Bahan yang diyakini aman untuk penggunanya. Masalah baru muncul ketika behel tidak dirawat sebagaimana mestinya. Beberapa kasus yang sering terjadi adalah bau mulut, muncul plak gigi dan berlanjut ke peradangan gusi, kemudian gigi dan kawat sama-sama menguning.

Baca juga: Berbagai Masalah Gigi Dan Gusi Yang Perlu Diwaspadai

Apalagi biasanya awal-awal setelah pemasangan dan selama memakai kawat gigi, pengguna merasa tidak nyaman. Butuh masa adaptasi hingga benar-benar terbiasa. Tidak jarang proses perawatan yang diperlukan kawat gigi terabaikan. Padahal bila sering menyepelekan, bahaya yang ditimbulkan bisa berlipat ganda.

Sikat gigi dengan benar

Walau gigi terasa bergoyang atau nyeri, tetap rutin gosok gigi. Pilih sikat gigi yang berbulu halus dan lakukan dengan lembut. Mulai dari bagian atas dan lanjutkan pada sisi bawahnya. Juga jangan lewatkan bagian belakangnya.

Durasinya tidak berbeda dengan gigi tanpa behel. Minimal dua kali sehari atau setelah makan. Yang mana tujuannya bukan hanya mengusir bau mulut, melainkan juga untuk menghindari plak gigi akibat sisa-sisa makanan yang tertinggal di antara deretan kawat.

Baca juga: Masalah Kesehatan Yang Ditandai Oleh Sakit Gigi

Gunakan pembersih tambahan

Sayangnya gigi yang sudah terpasang behel tidak mudah terjangkau secara menyeluruh oleh sikat gigi. Dibutuhkan bantuan alat dan bahan lain untuk membersihkan.

Diantaranya kumur-kumur menggunakan air garam yang baik mencegah kuman berkembang biak.

Dapat pula menggunakan benang gigi atau dental floss. Berfungsi menyingkirkan sisa makanan yang biasanya terselip di antara gigi. Tambahkan penggunaan mouthwash untuk menyempurnakan rangkaian perawatan. Terlebih cairan ini efektif mampu mencegah plak berlebihan dan bau mulut tak sedap.

Hindari pantangan

Selain itu hindari pantangan. Kawat gigi rentan dengan makanan dan minuman jenis tertentu. Contoh makanan yang perlu dihindari adalah yang banyak mengandung gula, memiliki tekstur keras, lengket, dan renyah. Seperti cokelat, karamel, dodol, ketan, mochi, permen karet, kacang-kacangan, dan sebagainya. Sebagai gantinya, pilih makanan yang memang baik untuk gigi dan mulut. Terutama buah-buahan dan sayur.

Namun ingat, perhatikan teksturnya sebelum mulai mengunyah agar tidak menimbulkan masalah pada kawat gigi.

Sementara itu, untuk jenis minuman, antisipasi menegak terlalu banyak kafein, yang manis-manis (bergula kompleks), soft drink, bersoda, alkohol, serta sejenisnya. Varian minuman tersebut akan memberikan dampak drastis pada gigi beserta kawatnya. Apalagi durasinya terlalu sering dan tidak diikuti pembersihan yang benar.

Baca juga: Bakteri Berbahaya Dalam Makanan Yang Harus Diwaspadai

Ingat masa kedaluwarsa

Ingat kembali mengenai masa kedaluwarsa. Ada batas waktu kapan behel mesti diganti. Untuk itu, hubungi dokter gigi melalui nomor kontaknya atau aplikasi jika pengguna ragu menemuinya langsung.

Plus, ada baiknya, selama menjalin kontak dengan dokter gigi, ceritakan mengenai kondisi kawat terkini. Mungkin ada bagian yang terlihat menguning, gigi terasa nyeri, atau masalah lainnya. Begitu masalah ditemukan, solusi bisa segera dilaksanakan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments