Pain in a male shoulder

Nyeri Bahu Akibat Cedera Rotator Cuff

Rotator cuff adalah sekelompok otot dan tendon yang melingkupi sendi bahu. Struktur ini menjaga pangkal tulang lengan atas sehingga dapat bersandar di dalam sendi bahu. “Cedera rotator cuff (rotator cuff injury) dapat menyebabkan nyeri yang sangat mengganggu di bahu, dan sering memburuk ketika melakukan gerakan mengangkat atau memutar lengan atas,” jelas dr. Jefri Sukmawan, Sp.OT, dokter spesialis bedah orthopedi (shoulder specialist) RS Premier Bintaro.

Kerusakan pada rotator cuff dapat terjadi karena cedera akut, penggunaan jangka panjang yang berlebihan (overuse), atau penuaan bertahap (proses aging atau degeneratif). Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit yang memicu penurunan rentang gerak dan gangguan fungsi sendi bahu. Penderita rotator cuff tear biasanya berusia di atas 40 tahun. Tidak jarang nyeri dirasakan pada malam hari saat istirahat, dan memberat bila tidur menyandar ke sisi bahu yang dikeluhkan.

Tingkat Kerusakan dan Penanganan

Tingkat kerusakan akibat cedera rotator cuff dapat berkisar dari regangan ringan dan tendinitis (peradangan) hingga robekan (rotator cuff tear) yang signifikan hingga memicu nyeri berkepanjangan dan kelemahan gerak bahu. Bila diabaikan, keluhan tersebut dapat menimbulkan gangguan fungsi yang permanen.

Rotator cuff injury yang masih tergolong ringan dapat diatasi secara konservatif (menjaga aktivitas, minum obat, dan fisioterapi). Namun pada kondisi yang lebih berat atau menetap maka tindakan pembedahan menjadi solusinya.

Teknik operasi perbaikan rotator cuff (rotator cuff repair) saat ini bisa dilakukan secara minimally invasive menggunakan alat shoulder arthroscopy. Dengan teknik tersebut maka luka operasi menjadi sangat kecil, komplikasi lebih ringan, dan pemulihan lebih cepat. (ADV)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments