18

Tak Ada Kepastian Vaksin Corona Bagi Anak, Bagaimana Orang Tua Menyikapi?

Kabarnya akhir tahun nanti, vaksin corona akan mulai digunakan secara massal. Sayangnya hingga sekarang belum ada kejelasan bagi anak-anak. Lantas, bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi?

Berita terbaru mengenai uji coba vaksin corona baru akan direncanakan pada anak usia 12 tahun ke atas di Pusat Penelitian Vaksin di kawasan Rumah Sakit Anak, Cincinnati, Amerika Serikat. Beberapa orang tua secara sukarela telah mendaftarkan anak mereka untuk uji coba. Sementara peneliti akan membagi berdasar umur 16 hingga 17 tahun, dan di periode selanjutnya untuk usia 12 sampai 15 tahun.

Baca juga: Kebutuhan Mahal Yang Sering Dilupakan Setelah Bayi Lahir

Bagaimana dengan anak di bawah 12 tahun? Bayi baru lahir, balita, dan anak-anak sekolah dasar? Pastinya belum ada vaksin yang diuji klinis pada kelompok ini. Tetapi perlu diingat, penelitian terus dikembangkan, supaya anak lekas mendapat perlindungan sama halnya dengan orang-orang dewasa.

Sehingga sembari menunggu kepastian dan adanya vaksin corona yang aman untuk anak, sangat penting dibutuhkan peran orang tua. Baik selama di rumah maupun ketika mengajak mereka berkegiatan di luar.

Jaga nutrisi

Jaga selalu nutrisinya. Berikan asi yang kaya dengan jutaan manfaatnya bagi bayi baru lahir hingga umur dua tahun. Lanjutkan dengan menu makanan tambahan yang sehat dan bergizi. Terutama yang bersumber dari buah-buahan dan sayuran hijau. Sebaliknya, kurangi camilan instan yang biasanya digemari anak-anak. Seperti cokelat, permen, keripik, junkfood, dan sejenisnya.

Tetap imunisasi

Tetap imunisasi sesuai dengan jadwal yang telah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Seperti tidak melewatkan vaksin flu yang kini diandalkan sebagai perlindungan pada tubuh anak.

Patuhi pula protokol kesehatan untuk mendapat suntikan secara aman.

Kini ada banyak jalur yang ditawarkan. Paling tidak, dengan membekali berupa imunisasi, anak sudah memiliki perisai alami untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Baca juga: Panduan Imunisasi Saat Pandemi

Beri aktivitas yang sehat

Anak juga membutuhkan gerak fisik. Semacam olahraga ringan untuk meningkatkan sistem metabolisme tubuh mereka. Karenanya hindari penggunaan gawai berlebihan selama di rumah. Ajak anak beraktivitas untuk membuatnya bergerak. Olahraga ringan di pagi hari, bersepeda di taman atau halaman rumah, permainan yang membutuhkan gerak badan, atau berjemur sebentar.

Batasi kontak dengan orang lain

Batasi kontak fisik anak dengan orang lain. Minimal ada jarak yang berlaku, yaitu 1,5 meter. Ajarkan mereka untuk tidak menyentuh orang yang baru datang ke rumah atau di luar. Jelaskan pula pada orang lain untuk tidak menyentuh anak sama sekali, tetap menggunakan masker, dan cuci tangan terlebih dulu bila ingin bertamu. Namun demi kebaikan anak dan seisi rumah, sebaiknya batasi tamu yang akan berkunjung atau minta mereka cukup di bagian depan rumah saja.

Baca juga: Merawat Bayi Baru Lahir Di Era Pandemi

Di rumah saja lebih baik

Situasi luar yang sekarang sudah ramai belum menjamin keamanan. Terbukti dari data angka penularan yang tak kunjung melandai. Tetap di rumah dan pilih kegiatan yang bermanfaat. Sebab anak masuk ke dalam golongan rentan tertular dan menularkan virus pada yang lainnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments