17-1

Aturan Main Penyewa Rumah

Sama seperti pemilik rumah, aturan sewa menyewa juga berlaku untuk pihak kedua. Yakni penyewanya. Menyangkut hak dan kewajiban selama masa penggunaan properti sesuai dengan kesepakatan bersama.

Secara legal, disebutkan dengan jelas dalam Peraturan Pemerintah No. 14/1994 tentang Penghunian Rumah Bukan Oleh Pemilik. Artinya, penyewa rumah berhak mendapat perlindungan dan kompensasi apabila terjadi pelanggaran dan kejadian luar biasa selama masa sewa. Di sisi lain juga ada kewajiban yang mengikat mereka sehubungan dengan fungsi pemanfaatan rumah yang dihuni.

Baca juga: Hak Dan Kewajiban Pemilik Rumah Kontrakan

Tentunya penyewa mesti mengantongi izin sah dari pemilik sebelum benar-benar tinggal. Atau paling tidak, diketahui oleh pihak yang mewakili pemilik secara resmi. Contohnya ketua lingkungan setempat. Sama halnya dengan memiliki bukti tertulis mengenai pembayaran. Agar kelak bila terjadi masalah, penyewa mampu membuktikan keabsahan dirinya dalam menggunakan properti.

Hak yang wajib diperoleh

Hak utama bagi penyewa rumah adalah menerima unit yang disewa. Sebuah rumah, sebuah kamar, satu unit di apartemen, dan sebagainya. Unit yang diterima tidak boleh diubah sepihak oleh salah satu pihak. Misalnya diijinkan tinggal dalam sebuah rumah padahal bukan rumah tersebut yang sebelumnya sudah disepakati.

Penyewa juga perlu menyadari berhak menerima rumah sewa dalam kondisi layak huni. Tidak ada kerusakan, bersih, dan tidak berada dalam kondisi sengketa. Pasalnya, penyewa rawan ikut menanggung kerugian bila terjadi situasi buruk menimpa, padahal bukan merupakan pihak penyebab.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Memilih Rumah Kos

Andai dalam masa sewa ditemukan kerusakan atau kondisi tidak sesuai perjanjian, maka penyewa berhak meminta tanggung jawab dari pemilik. Khususnya segera memperbaiki kerusakan dan mengatasi masalah.

Serta tak kalah pentingnya, jika dari pihak penyewa tidak melanggar atau tidak menunjukkan sikap-sikap negatif, maka penyewa tidak boleh diusir.

Sebelum masa sewa habis, penyewa leluasa menghuni rumah. Juga berhak menerima kembali uang jaminan bila ada dan diserahkan di awal waktu sewa rumah.

Tugas yang mesti dilaksanakan

Sedangkan mengenai kewajibannya, penyewa mempunyai sekian tugas yang tidak boleh ditinggalkan atau dilanggar. Terutama membayar uang sewa dalam periode yang telah disetujui kedua belah pihak. Penyewa juga diwajibkan menyerahkan uang jaminan bila memang tertera dalam klausul perjanjian.

Jika tempo sewa sudah habis, penyewa mesti mengajukan izin dan membayar kembali uang sewa pada pemilik atau pihak yang mewakili secara sah. Tidak bisa serta merta memperpanjang sendiri tanpa izin yang legal. Terlebih ketika tak kunjung menyerahkan uang sewa, penyewa bisa diusir sewaktu-waktu.

Perlu diingat pula, bahwa penyewa harus menanggung kerusakan pada rumah sewa. Dengan catatan, kerusakan yang disengaja atau timbul akibat kelalaian penggunaan.

Pemilik berhak meminta tanggung jawab penyewa di akhir waktu sewa, sebelum waktu sewa berikutnya diperpanjang. Apabila penyewa tidak menunjukkan itikad baiknya, maka uang jaminan tidak diserahkan sebagai biaya pengganti kerusakan.

Baca juga: Perhatikan Ini Sebelum Menjadikan Rumah Sebagai Tempat Usaha

Terakhir, penyewa tidak boleh mengubah fungsi rumah tanpa permisi. Misalnya dari yang seharusnya hanya tempat hunian menjadi tempat usaha. Sebab pemilik bisa diperkarakan karena menyalahi fungsi aturan tinggal setempat. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments