16

Manfaat Belajar Public Speaking Bagi Anak

Dapat bicara bagi anak-anak itu sangat penting. Namun lebih penting lagi menumbuhkan keterampilan berbicara atau public speaking bagi mereka. Sebab manfaatnya banyak sekali sebagai bekal masa depan nanti.

Akan tetapi tak bisa hanya mempelajari dari buku atau teori. Public speaking perlu pembiasaan sehari-hari. Khususnya dari orang tua dan dukungan lingkungan terdekat, misalnya sekolah. Praktek langsung yang membuat anak merasakan langsung seperti apa public speaking itu.

Baca juga: Stimulasi Kecerdasan Anak Sejak Dalam Kandungan

Mulai dari hal-hal yang sederhana. Umumnya latihan dan pembiasaan berbicara terampil dapat dimulai saat anak menginjak usia 2 tahun. Atau setidaknya sudah mampu merangkai kalimat sederhana berikut memahami suatu konsep. Misalnya dengan menceritakan ulang dongeng setelah dibacakan, menyanyi sebuah lagu, atau mendeskripsikan barang-barang kesukaannya.

Maka penting sekali untuk memberikan kesempatan anak-anak berbicara. Termasuk memberikan reaksi positif atas keberaniannya mengeluarkan suara. Upayakan pula untuk selalu memberikan jawaban pada tiap pertanyaannya.

Berani tampil dan percaya diri

Ketika anak terbiasa berbicara, maka dia tidak ragu untuk menyatakan opininya. Dengan sendirinya, tumbuh sikap berani dan percaya diri. Tentang apa yang dalam benaknya, menentukan sikap, dan menjatuhkan pilihan. Baginya presentasi dalam lingkup yang kecil atau di depan khalayak umum bukan masalah besar. Semuanya bisa dihadapi dengan kepala jernih dan tenang.

Ide dan kata terstruktur

Manfaat lain dari public speaking yang tak diragukan lagi adalah melatih sinkronisasi antara ide dan kata. Tepatnya, anak mampu mengutarakan ide atau konsep dalam kata-kata yang mudah dimengerti. Sehingga orang lain mudah memahami.

Tampaknya sederhana, tapi bila tak dibiasakan sedari dini, anak akan mengalami kesulitan menyatakan pendapat. Padahal siapa tahu ide-ide yang dipendam begitu luar biasa. Tapi tetap terkubur tidak terekspos sama sekali karena tidak mengenal keterampilan berbicara.

Baca juga: Pentingnya Ajari Anak Mengenal Emosi

Menguasai teknik komunikasi lisan

Saat anak belajar public speaking, tanpa sadar mereka juga sedang mendalami hal-hal lainnya. Di antaranya adab berbicara santun pada orang lain, mengenal waktu kapan dapat berkata resmi kapan boleh bercanda, bagaimana menggunakan bahasa tubuh agar pembicaraan terlihat menarik, serta penggunaan bahasa yang efektif untuk menyampaikan pandangan-pandangannya.

Tak aneh jika kemudian anak dapat menggunakan nada dan jeda yang pas dalam meluncurkan kata-katanya. Hingga mendapat sebutan sebagai orator yang andal.

Membentuk kecerdasan emosional

Dalam proses belajar public speaking, anak juga belajar membentuk kecerdasan emosional dirinya sendiri. Apalagi bila orang tua membiasakan ada interaksi timbal balik. Satu sama lain sudah akrab memberikan pendapat dan tidak ada sekat tebal dalam berkomunikasi.

Mendapat apresiasi, kritik, dan saran adalah hal yang wajar. Mematangkan emosi dan empati, di sisi lain, mencegah ego yang terlalu tinggi.

Baca juga: Menumbuhkan Leadership Pada Diri Anak

Menumbuhkan jiwa kepemimpinan

Dari public speaking, jiwa kepemimpinan juga terasah. Sehubungan dengan kemampuannya mengontrol diri, menyelaraskan ide dan kata-kata sehingga menumbuhkan pula potensinya pandai berkoordinasi dengan orang lain. Mengarahkan, menyatukan, membagi pekerjaan, mengambil keputusan, dan sebagainya. Sikap-sikap yang sangat dibutuhkan dalam sebuah tim dan kelangsungan organisasi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments