12

Hak Dan Kewajiban Pemilik Rumah Kontrakan

Mungkin sudah biasa terjadi sewa menyewa rumah. Namun perlu diketahui, ada aturan hukum secara legal yang menaungi transaksi tersebut. Seperti hak dan kewajiban pemilik rumah kontrakan yang tak boleh dilanggar.

Semuanya dijamin dalam Peraturan Pemerintah No 14/1994 tentang Penghunian Rumah Bukan Oleh Pemilik. Berlaku untuk rumah, unit, atau kamar seperti kos. Aturan tersebut memberikan perlindungan kepada pemilik maupun pada penyewa. Jika sewaktu-waktu terjadi kasus yang tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, maka peraturan tadi bisa menjadi solusi.

Baca juga: Sukses Membangun Bisnis Rumah Kos

Terlebih memberikan jaminan keadilan bagi kedua belah pihak. Contohnya, seringkali pihak penyewa pergi begitu saja meninggalkan sejumlah kerugian begitu masa sewa usai. Pemilik harus menanggung sendiri dan uang sewa yang diterima tidak menghasilkan untung sama sekali.

Yang berhak diterima

Ada beberapa hak yang wajib diterima oleh pemilik kontrakan.

  1. Mengetahui siapa yang menyewa dan jangka waktunya. Menandakan, bila pemilik sudah memberikan izin pada seorang penyewa dengan sekian tempo, maka penyewa tersebut tidak boleh mengalihkan sewa rumah pada tangan yang lain. Kecuali sudah mendapat izin dari pemilik.
  2. Pemilik jelas berhak menerima uang sewa sesuai kesepakatan. Sama halnya dengan besaran nilainya. Misalnya diberikan tiap bulan, tiap semester atau tiap tahun. Ada baiknya, nilai sewa sesuai dengan harga pasar yang berlaku saat itu. Dapat pula pemilik menyesuaikan dengan kondisi rumah. Contohnya luas rumah, fasilitas yang disediakan, akses, dan sebagainya.
  3. Plus mendapat uang jaminan di awal jika tertera dan disepakati. Umumnya uang jaminan ini untuk menggaransi kerusakan pada rumah. Atau uang jaga-jaga andai penyewa melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Uang jaminan dapat dikembalikan bila waktu sewa sudah selesai.

Baca juga: Memanfaatkan Ruang Kecil Di Rumah

Terlepas dari peraturan yang sudah disebutkan tadi, pemilik juga berhak menegur, memberikan peringatan, hingga memutuskan merevisi kesepakatan sewa saat terjadi kondisi di luar dugaan. Misalnya penyewa tidak mengindahkan norma kehidupan bersosial sehingga komunitas setempat menginginkannya segera berpindah tempat.

Yang mesti dipenuhi

Disamping itu, pemilik juga dikenakan kewajiban. Yakni tugas yang harus dipenuhi demi kepentingan penyewa rumah.

  1. Memastikan rumah yang bakal disewakan dalam kondisi layak. Baik secara fisik dan non fisik. Secara fisik, jelas mengenai bangunan yang terlihat dan digunakan sehari-hari. Layak dihuni dan sesuai dengan harga sewa yang dikenakan. Sedangkan non fisik, dalam arti rumah tidak dalam kondisi cacat hukum, berada dalam sengketa, tidak memiliki surat-surat yang sah, serta masih banyak lagi.
  2. Pemilik juga dilarang mengusir penyewa sebelum masa sewa habis. Terkecuali penyewa tidak membayar kompensasi sewa seperti yang telah disepakati. Tandanya, ketika penyewa sudah memenuhi kewajibannya, maka rumah dalam kuasa penyewa.

Baca juga: Menegur Tetangga Yang Suka Gaduh

Dengan demikian, pemilik juga tak boleh mengeluarkan barang-barang kepunyaan penyewa. Bahkan ketika penyewa tidak ada kabar, meninggalkan rumah begitu saja, padahal masa sewa masih ada. Barang-barang baru dapat sah dipindahkan dan rumah disewakan pada pihak lain, jika waktu sewa habis namun penyewa tak kunjung kembali. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments