10

Waspada, The Myopia Boom Berdampak pada Tumbuh Kembang Anak

Fenomena banyaknya anak-anak yang menggunakan kacamata diistilahkan dengan sebutan The Myopia Boom. Kondisi yang dikhawatirkan oleh beberapa negara. Seperti China, Taiwan, dan Jepang, di mana hampir 95% anak-anaknya menggunakan kacamata minus. Sebabnya, pemakaian kacamata akan memberi dampak yang signifikan pada tumbuh kembang anak.

Contoh sederhananya, ketika anak sudah tergantung pada kacamata, maka geraknya jadi terbatas. Dia akan cenderung hati-hati dalam memilih aktivitas, yang sekiranya tidak membahayakan posisi kacamatanya. Padahal kemampuan motorik kasar dan halus pada fase anak perlu dioptimalkan. Belum lagi, batasan pandangan yang juga memberi efek jangka panjang.

Baca juga: Ciri-Ciri Rumah Ramah Anak

Karenanya, sangat disarankan orang tua sadar dan melakukan langkah-langkah antisipasi. Mulai sejak dalam kandungan hingga seterusnya. Tak selamanya anak yang berkacamata itu identik dengan anak yang pintar. Singkirkan anggapan tersebut dan cegah agar anak tak bergantung pada dua lensa yang menggantung ke telinga.

Terpapar oleh gawai

Bisa ditebak, gawai disebut-sebut sebagai sumber penyebab utama. Sedari kecil anak sudah berinteraksi secara berlebihan dan akrab dalam keseharian. Melihat layar terlalu lama dan terlalu dekat. Belum lagi ketika cahaya dalam ruang minim. Paparan radiasi dan kuatnya sinar gawai kian mempercepat kerusakan pada mata anak.

Apalagi sekarang musim belajar online. Gawai menjadi perangkat utama yang harus ada. Sangat mungkin kenaikan The Myopia Boom terjadi di mana-mana. Menjadi masalah global dan luar biasa dampaknya pada generasi muda saat ini.

Baca juga: Dampak Negatif Belajar Online Pada Anak Yang Perlu Diwaspadai

Kurangnya nutrisi

Sebab lainnya ialah kurangnya nutrisi. Ingat, anak yang doyan makan tidak menjamin kebutuhan nutrisinya tercukupi. Karena bisa saja lebih dominan lemak dan gula yang diasup. Tak berbeda dengan anak yang picky eater. Menyukai menu yang itu-itu saja, tanpa mau melirik menu lainnya. Apalagi dalam keseharian lebih erat dengan penganan instan dan berkabohidrat kompleks. Sudah tentu mata anak (juga organ penting lainnya) dalam kondisi rentan.

Baca juga: Supaya Anak Tak Mudah Tergiur Jajan Di Luar

Bantu mereka dengan menyediakan menu yang sehat. Terutama buah-buah dan sayur yang kaya akan vitamin A. Di antaranya ada wortel, tomat, labu cina, pepaya, paprika, selada, dan masih banyak lagi. Tambahkan pula omega 3 yang banyak terdapat pada minyak ikan.

Kondisi bawaan

Banyaknya penggunaan kacamata di kalangan anak-anak juga disebabkan oleh kondisi bawaan. Khususnya faktor genetik yang diturunkan oleh orang tua. Bila salah satu atau kedua orang tua memiliki gen rabun jauh, kemungkinan besar anak juga berisiko tinggi. Sama halnya dengan rabun dekat, silinder, dan sebagainya.

Selain itu, kadangkala mata anak sudah mempunyai kelainan sendiri.

Misalnya menderita kelainan pada lensa dan katarak yang menimbulkan infeksi. Dapat pula akibat tercemar virus rubella TORCH atau yang biasa dikenal virus kucing.

Khusus untuk kondisi bawaan, para ahli sangat menyarankan pada orang tua untuk sering membawa anaknya periksa. Bahkan ketika ibu berbadan dua, mengingat penyakit bawaan sebenarnya dapat dicegah sebanyak 80% sejak di dalam kandungan. Termasuk menurunkan penyakit mata ini. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments