09

Menyikapi Masalah Keuangan dalam Pernikahan

Uang memang bukan segalanya, tapi uang bisa membuyarkan pernikahan. Bahkan di masa pandemi, perceraian meningkat gara-gara masalah finansial. Padahal tak selamanya perpisahan menjadi jalan keluar. Masih banyak cara untuk mengatasi masalah keuangan dalam hidup berumah tangga.

Tanpa harus menunggu, sudah selayaknya salah satu berinisiatif. Memulai perbincangan tentang uang. Alat utama yang menjadi andalan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Khususnya ketika perubahan datang dan berdampak nyata pada pemasukan. Plus perlu dimulai dengan niat ingin menyelesaikan masalah. Bukan melemparkan konflik atau menyalahkan pasangan sebagai biang keladi.

Baca juga: Sumber Perceraian Rumah Tangga Yang Perlu Diwaspadai

Di situasi serba sulit seperti sekarang, bercerai bukan jaminan finansial akan membaik dengan sendirinya. Justru kemungkinan besar malah mendatangkan berbagai masalah baru. Terlebih ada tanggungan anak atau anggota keluarga lain. Dari yang seharusnya bisa memenuhi bersama, menjadi beban yang harus ditanggung sendiri.

Jujur dan terbuka

Sesulit apapun kondisi yang dihadapi karena masalah uang, tetap hadapi dengan kepala dingin. Saatnya untuk menurunkan ego dan terbuka pada pasangan. Memulai dari diri sendiri bercerita tentang masalah uang yang sebenarnya. Apalagi bila Anda adalah kepala keluarga dan pasangan tidak bekerja.

Ceritakan mengenai jumlah nominal yang tersimpan atau masalah nyata yang ada di depan mata.

Setidaknya dengan mengajak berbicara, pasangan akan mengetahui langsung masalahnya seperti apa. Di samping merasa dihargai karena diposisikan sebagai relasi, pasangan juga merasa punya kewajiban turut memikirkan. Beban dapat terbagi, tak dipikul oleh salah satu saja.

Efek lainnya adalah mencegah problem lain yang kerap mengikuti begitu keuangan bermasalah. Contohnya pertengkaran, saling menjauh, stres, depresi, dan sebagainya.

Baca juga: Mengajak Pasangan Terbuka Soal Keuangan

Tetap memahami dan mendukung

Ketika ada masalah yang mendera pada keuangan, berarti siap-siap saja merasakan masalah yang lain juga. Misalnya pada perubahan gaya hidup atau lebih kencang lagi melakukan penghematan. Biasanya dari ketidaknyamanan ini akan mempengaruhi mood atau sikap pada orang-orang di sekitar. Karenanya sadari dan selalu kontrol ego.

Terima saja setiap rasa yang datang. Tinggal kemudian mencari jalan keluar agar tidak memberikan reaksi negatif pada pasangan dan keluarga.

Terpenting, saling memahami dan mendukung sangat dibutuhkan saat ini. Memahami bahwa tak bisa berjuang sendiri, sama halnya dengan pentingnya saling melengkapi. Berikan dukungan semaksimal mungkin, agar ombak terjal berupa krisis keuangan bisa dihadapi dengan tegar.

Buat perencanaan yang baru

Sikapi pula dengan perencanaan yang baru. Susun kembali anggaran supaya tiap rupiah tidak terbuang sia-sia. Ambil strategi yang paling mungkin dilakukan jika pemasukan terbaru tak bisa menutup kebutuhan, terutama yang primer. Contohnya mencari job tambahan atau mulai membuka tabungan yang selama ini tersimpan.

Baca juga: Rahasia Pernikahan Tetap Mesra Selama Di Rumah Saja

Sepakat dan komitmen

Kunci pernikahan yang hangat terletak pada komunikasi. Maka, ketika ada masalah dan dibuat kesepakatan bersama, sudah selayaknya keduanya mematuhi. Berkomitmen atas perjanjian yang ada. Saling kompromi demi tujuan jangka panjang, yakni langgengnya perkawinan. Bila yang terjadi sebaliknya, salah satu atau malah keduanya mengabaikan, tak lain bisa menjadi jalan menuju jurang perpisahan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments