07

Mengajak Anak Memetik Manfaat Dari Film Pendek

Film sudah lama menjadi referensi keluarga. Begitu pula dengan film pendek, yang akhir-akhir ini kerap menjadi perbincangan hangat. Dapat dinikmati bersama-sama dan memetik manfaat darinya.

Apalagi durasi film pendek berlangsung singkat. Ada yang hanya 10 menit hingga tak lebih dari 30 menit. Tokoh yang mengisi adegan cerita juga sedikit. Memudahkan anak untuk mengingat alur narasi dan siapa saja yang memainkan berikut sifat yang dibawakan. Asyiknya lagi, film pendek kerap sarat dengan pesan. Lantaran mengangkat kisah yang tak jauh dari kehidupan sehari-hari. Singkat, namun dalam dan mengena.

Baca juga: Referensi Film Keluarga Yang Asyik  Ditonton Bersama

Akan tetapi, tetap orang tua perlu menyesuaikan film pendek yang ramah usia anak. Atau memilih sesuai genre. Contohnya film pendek animasi yang ternyata banyak sekali daftarnya. Di samping, bebaskan anak untuk menjatuhkan pilihan pada yang ia suka.

Melihat bersama

Meski film pendek ditujukan untuk anak-anak, ada baiknya orang tua tetap mendampingi. Sebab selain, orang tua memahami sendiri jalan cerita, menonton bersama bisa dimaksudkan sebagai ajang pengisi kegiatan saat di rumah saja.

Serta yang tak kalah penting, mendampingi adalah bentuk proteksi dari distraksi. Seperti adanya kemungkinan iklan bagi dewasa yang lewat begitu saja saat anak-anak melihat film pendek di kanal-kanal tak berbayar.

Baca juga: Link Streaming Film Berbayar Yang Layak Dicoba Plus Perbandingan Harganya

Recall dan berdiskusi

Setelah menonton, penting sekali untuk mengajak mereka me-recall tayangan yang sudah dilihatnya.

Ada siapa saja, mereka menjadi apa, apa yang mereka lakukan, atau bagaimana jalan cerita secara garis besarnya.

Biarkan anak bertutur dengan bahasanya sendiri. Guna mengetahui sejauh mana anak mampu menangkap sajian di depannya tadi. Untuk menguatkan, orang tua dapat memberikan stimulus dengan kode-kode tertentu.

Apa pesan yang tersembunyi?

Film pendek sering meninggalkan pesan yang cukup kuat. Biasanya tersirat dari adegan di menit-menit terakhir. Juga kerap dimaksudkan sebagai penegas dari pangkal cerita semula. Bahkan terkadang, pesannya tidak hanya satu. Multi dan menyerahkan langsung pada pemirsanya untuk menginterpretasikan sendiri.

Manfaatkan untuk menggali kemampuan anak menangkap pesan tersebut. Layaknya menyimpulkan sebuah hikmah dari sebuah buku dongeng. Mana yang perlu ditiru, mana yang harus dijauhi, serta lainnya. Khususnya bila anak sedang mengalami masalah atau ingin memecahkan masalahnya sendiri, film pendek dengan tema yang sesuai akan sangat membantu.

Apa yang ingin dilakukan?

Lanjutkan dengan bertanya pada anak, apa yang ingin dilakukannya setelah menonton? Sebagai bahan instropeksi, merenung terlebih dulu, langsung mengeksekusi dalam rencana-rencana, atau langsung berbuat riil. Jangan lupa bertanya sejauh mana bantuan orang tua yang ingin didapatkannya.

Baca juga: Membangun Kesepakatan Ketika Anak Mau Jalan-Jalan Sendiri

Jangan lupa untuk melakukan evaluasi bersama. Di periode tertentu setelah anak memutuskan untuk berbuat sesuatu yang berkaitan dengan film.

Contohnya anak tidak mau tidur sendiri karena takut. Maka, setelah menonton film pendek dengan tema-tema yang mirip, orang tua bisa mengikuti langkah-langkah tadi. Merangsang anak untuk memberanikan dirinya sendiri. Plus membuat daftar alasan-alasan mengapa anak sampai takut. Sehingga masing-masing alasan bisa diulas satu per satu. Lalu perlahan menggiring anak berani tidur sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments