05

Cara Efektif Cegah Maling Masuk Rumah

Situasi pandemi yang merangsang terjadinya resesi juga berimbas pada peningkatan kriminalitas. Tak terkecuali pengambilan barang-barang di dalam rumah. Tentu menjadi alarm bersama untuk lebih hati-hati. Daripada kemalingan, lebih baik cegah mereka melakukan aksinya.

Sebab ada saja maling yang nekat. Tak peduli rumah ada penghuninya atau sedang ditinggal pergi. Tak mengenal pula akan waktu. Mereka juga kian tertarik dengan rumah yang terlihat mudah dibobol.

Baca juga: Rumah Aman, Mudik Tenang

Setidaknya dengan melakukan langkah pencegahan, maling akan berpikir ulang. Kemungkinan besar ketahuan dan akhirnya merasakan risiko besar. Di sisi lain, barang-barang di rumah tetap aman. Anda dan keluarga tak selalu was-was, khususnya begitu malam mulai tiba.

Perkuat pintu

Kabarnya pintu selalu menjadi pusat perhatian utama para maling. Karena pintu merupakan akses utama keluar masuk. Jadi, perkuat pintu depan, belakang, samping, dan yang menghubungkan dengan luar rumah. Misalnya dengan menambahkan kunci ganda, gembok ekstra, kode digital khusus bagi pintu yang sudah canggih, atau memilih pintu dengan kayu solid (utuh). Jangan lupa untuk selalu menguncinya meski Anda tetap di rumah saja.

Tata ulang posisi pohon dan tanaman

Tata ulang posisi pohon dan tanaman di sekitar rumah.

Pangkas batang pohon yang sekiranya bisa menjadi media loncat ke dalam area halaman.

Letakkan beberapa pot tanaman di bawah jendela. Selain memberi jarak, tanaman akan memberi suara berisik.

Baca juga: Perhatikan Ini Sebelum Meletakkan Tanaman Dalam Rumah

Pertahanan jendela

Akses kedua adalah jendela. Lipat gandakan kekuatannya dengan memasang teralis. Pastinya jadi penghalang kuat bagi maling yang ingin masuk. Tambahkan gorden yang menghalau pandangan oknum jahat dengan niat ingin mengamati barang-barang di dalam. Tapi cukup transparan untuk memberikan pandangan yang jelas keluar rumah.

Alarm dan CCTV berfungsi

Pastikan alarm dan CCTV di rumah berfungsi. Karena nyali maling tambah terkerek saat menyadari kedua benda tersebut dalam kondisi kotor dan mati. Demi keamanan yang optimal, sebaiknya pasang di beberapa titik. Arahkan pada barang-barang yang rawan untuk diambil dan akses mereka dapat masuk.

Nyala lampu luar terang

Upayakan nyala lampu luar selalu terang. Utamanya di bagian teras, dekat dengan pintu atau jendela, carport, juga lampu di dekat pagar. Cahaya yang terang akan memudahkan penglihatan andai terasa ada orang di luar sana.

Optimalkan pagar

Jika rumah memiliki pagar, sebaiknya selalu tutup di saat yang tepat. Contohnya malam hari, saat sekitar rumah sepi, rumah ditinggal pergi, dan sebagainya.

Pagar akan menjadi menyulitkan maling keluar masuk dengan seenaknya.

Secukupnya di teras dan carport

Perhatikan kembali barang-barang di teras dan carport. Singkirkan yang tidak terpakai, seperti tumpukan kertas, plastik, atau lainnya. Dan tingkatkan pengamanan mobil, motor, serta sepeda yang terparkir disana.

Baca juga: Norma Menitipkan Rumah Ke Tetangga

Bangun sistem bersama

Demi keamanan yang maksimal, bangun sistem bersama dengan segenap penghuni lingkungan tempat tinggal. Menggalakkan kembali ronda malam secara bergilir, mengawasi tamu yang datang dan pergi, meminta sekuriti lebih waspada lagi, menandai titik-titik rawan maling bisa masuk, juga usaha-usaha lainnya. Sehingga antipasi tak hanya dari dalam, namun mencakup lingkungan tempat tinggal. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments