01

Materi Pelajaran Tambahan Yang Dibutuhkan Dari Rumah

Walau kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara online, harus diakui tetap ada kekurangan. Orang tua perlu mengupayakan tambahan materi bagi anak-anak di rumah. Khususnya materi yang tidak diajarkan oleh sekolah namun penting bagi masa depan mereka.

Penyebab kekurangan sendiri beragam. Seperti keterbatasan interaksi selama belajar online telah mengurangi kesempatan anak berinteraksi seluas-luasnya. Adakalanya pula transfer ilmu antara guru dan murid kadang tidak maksimal. Atau dapat dikarenakan memang sekolah lebih mengutamakan materi yang sesuai kurikulum saja.

Baca juga: Support Di Rumah Guna Melengkapi Materi Sekolah

Sementara, di sisi lain, terjadinya pandemi telah sedikit banyak menyadarkan bahwa selain terenggutnya waktu belajar anak-anak, juga dibutuhkan pengetahuan tambahan sebagai bekal mereka. Setidaknya yang terjadi saat ini mengingatkan pula akan adanya kejadian yang tidak sepenuhnya mampu dikontrol.

Karena itu, sudah selayaknya segmen edukasi ikut berbenah. Dan tentunya di era seperti sekarang sangat mengandalkan bagaimana orang tua memulai dari rumah. Tetap mendukung anak belajar sesuai materi di sekolah. Akan tetapi, jangan berhenti untuk sekadar memenuhi nilai dan rangking teratas. Sebab masih banyak yang harus dikejar dan digenggam.

Pendidikan karakter

Dimulai dari pendidikan karakter. Sedari sekarang membentuk pribadi anak, dari praktek dan contoh langsung sehari-hari. Pribadi yang jujur, mandiri, bertanggung jawab, gemar menolong, supel, tidak gampang menyerah, mudah beradaptasi, dan sebagainya.

Misalnya memulai dengan memberikan tugas-tugas kecil yang berhubungan dengan aktivitas anak. Opsi lain seperti memberikan kepercayaan dan membebaskan anak memilih sesuatu. Tetap dengan mengingatkan akan konsekuensi.

Mengenalkan soft skill

Mayoritas anak-anak di sekolah hanya mendapat hard skill. Tapi tidak dengan soft skill. Maka, ini menjadi kesempatan orang tua untuk mengenalkannya. Apalagi sekarang anak tertahan tetap di rumah, yang mana interaksinya dengan dunia luar cukup di depan layar kaca.

Sedikit banyak periode karantina akan memberikan pengaruh pada kemampuannya.

Khususnya dalam memecahkan masalah, bergaul dengan orang, cara meminta bantuan, bekerja sama dalam tim, mengatur waktu, serta masih banyak lagi. Jangan ditunda, kenalkan sesuai umur dan tahap perkembangan anak.

Baca juga: Tantangan Dunia Pendidikan Usai Pandemi

Mengembangkan minat dan bakat

Kembangkan minat dan bakat anak. Berikan kesempatan pada mereka belajar hal-hal yang disukainya. Membiarkan mereka mengeksplor sendiri, tenggelam dalam dunianya, dan menantikan segala kreasinya menjadi nyata. Tinggal mengarahkan dan tetap memberikan bimbingan supaya anak tetap dalam jalur yang bermanfaat.

Tentang kehidupan bersosial

Lamanya waktu di rumah saja, menimbulkan potensi anak terasing dari dunia sosial dan bermasyarakat. Untuk meminimalisir, orang tua dapat mengajak anak dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada. Misalnya menyapa teman, kerabat, dan keluarga besar lewat kecanggihan teknologi. Atau mengirimkan barang-barang kebutuhan bagi mereka yang membutuhkan.

Baca juga: Tantangan Anak Masa Kini

Menjawab tantangan di masa mendatang

Berkaca dari situasi sekarang, prediksi mengenai masa depan terus berubah. Materi yang diterima anak sudah seharusnya mampu menjawab tantangan di masa depan. Paling tidak, menjadi pengantar anak sanggup menyesuaikan pada kondisi. Contohnya mengajarkan materi coding, computasi, finance, dan sebagainya. Serta tak lupa menguatkan karakter emosional dan bidang keagamaan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments