27-1

Penting, Panduan Mitigasi Tsunami Untuk Diri Sendiri

Baru-baru ini tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengkaji tentang adanya potensi tsunami di pantai Selatan Jawa setinggi 20 meter. Meski BMKG meminta masyarakat tetap tenang, tak ada salahnya untuk selalu waspada. Juga memahami mitigasi bagi diri sendiri saat tsunami terjadi.

Tujuannya, mengantisipasi diri tidak menjadi korban. Serta upaya tetap survived pasca bencana berlangsung. Terlebih datangnya tsunami tidak bisa diprediksi. Tidak pula selalu diawali dengan gempa yang terasa. Sewaktu-waktu kehadirannya tetap membuat panik. Sehingga paling tidak, ketika telah mengantongi panduan mitigasi, masing-masing sudah punya bekal harus melakukan apa sebagai usaha penyelamatan diri dan orang-orang didekatnya.

Baca juga: Merespon Berita Buruk Yang Viral

Namun perlu diingat, walau dalam lingkup pribadi, pada dasarnya tetap membutuhkan kerja sama dari seluruh stakeholders. Khususnya diinisiasi oleh pemerintah daerah yang areanya berpotensi. Dari memberikan edukasi pada masyarakat mengenai mitigasi bencana, membuat rute penyelamatan, menyiapkan ruang evakuasi, hingga bergotong royong menanam bakau yang efektif menurunkan hantaman tsunami.

Bawa tas darurat

Siapkan tas darurat. Pastikan mudah dibawa dan posisinya mudah dijangkau. Minimal berisi dokumen penting, uang tunai, makanan dan minuman secukupnya, baju ganti, obat pribadi, dan barang penting lainnya. Kelak saat tsunami memang terjadi, Anda tidak kehabisan waktu untuk mengumpulkan barang-barang. Melainkan tinggal ambil dan langsung menyelamatkan diri.

Pergi ke tempat tinggi

Bila ada di dekat bibir pantai, jangan berdiam diri. Segera pergi ke tempat yang tinggi. Ajak orang-orang sekitar untuk melakukan hal yang sama. Jika tak menemukan bangunan bertingkat, coba temukan pohon yang tinggi. Tetap di sana hingga kondisi benar-benar kondusif.

Baca juga: Persiapan Utama Tinggal Di Daerah Rawan Bencana

Ikuti rute yang sudah ada

Ikuti rute yang sudah ada. Biasanya dibarengi dengan tanda khusus ke mana Anda harus mengevakuasi diri. Tapi lebih baik lagi bila sebelumnya Anda sudah hafal rute terbaik untuk mencapai daerah evakuasi. Atau menandai titik-titik mana saja yang sekiranya tidak tersentuh oleh ombak tsunami andai Anda kehabisan waktu mencapai lokasi yang aman. Contohnya di mana saja ada pohon kokoh yang tinggi dan bangunan bertingkat terdekat dari rumah.

Hindari jalur sungai

Terjangan tsunami lebih cepat masuk ke daratan melalui jalur air yang sudah ada, contohnya sungai. Karenanya, sesaat menyadari potensi datangnya tsunami, segera jauhi tepi sungai. Sebab sekecil apapun volume air yang masuk, tak bisa dipastikan seberapa ganasnya pada manusia.

Kendaraan bersama

Walau ingin secepatnya mencapai lokasi yang lebih aman, sebaiknya hindari menggunakan mobil pribadi. Justru menciptakan kemacetan di rute evakuasi dan terjebak oleh kerumunan massa. Opsi gantinya adalah mengendarai motor atau kendaraan yang bisa diisi banyak orang sekaligus. Misalnya truk yang memang sengaja diposisikan di titik-titik tertentu, guna mengangkut massa bila ada bencana.

Baca juga: 4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Agar Selamat Saat Bermain Di Pantai

Membangun lumbung pangan

Siapkan lumbung pangan. Menyokong kebutuhan dasar para pengungsi selama masa recovery. Buat letaknya ada di dekat area penampungan evakuasi dan dikelola oleh pihak yang berkompeten. Lumbung juga dapat dilengkapi dengan keperluan medis, tenda-tenda pengungsian, serta kebutuhan mendesak yang lain. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments