25

Trik Menjual Mobil Second di Tengah Pandemi Agar Cepat Laku

Tren menjual mobil sedang meningkat. Sayangnya di tengah masa pandemi sekarang tentu tidak mudah membuatnya cepat laku. Terlebih ada wacana menghilangkan pajak pada mobil baru. Ini artinya, mobil baru bisa jadi harganya turun hingga 50%. Jadi warning bagi penjualan mobil bekas. Bagaimanapun jangan cepat menyerah. Tetap ada jalan yang layak untuk dijajal.

Bila dibedah, masalah penjualan mobil tidak jauh-jauh dari daya beli yang menurun. Sementara mobil tergolong barang mewah dengan harga yang tidak murah. Bukan pula barang yang mendesak, sehingga membelinya bisa ditunda atau kapan-kapan saja.

Baca juga: Apakah Untung Membeli Mobil Saat Ini?

Padahal menjual mobil di tengah pandemi bisa dilatarbelakangi oleh beragam alasan. Salah satunya adalah merosotnya pendapatan. Dapat pula karena ketidaksanggupan membayar cicilan tiap bulan. Masalah lain juga ikut menghadang. Yakni pembatasan aktivitas sosial. Di mana antara interaksi pembeli dan penjual jadi tak leluasa. Agen penampung pun sepertinya juga sudah kewalahan menerima mobil bekas untuk dijual kembali.

Kian mempersulit saja bagaimana agar mobil segera dialihtangankan. Ketimbang terus menerus menjadi beban. Sekaligus berharap dapat keuntungan besar dari hasil penjualan.

Tetap terawat

Pada dasarnya, ingin menjual mobil baru atau bekas, konsumen tetap menginginkan satu hal. Mobil dalam kondisi terawat. Dari permukaan bodi yang terlihat di luar hingga interior di dalam. Khususnya bagian mesin yang masih layak untuk diajak jalan.

Karenanya sangat penting memperhatikan vitalitas mobil sebelum mulai benar-benar ditawarkan pada calon konsumen. Di samping kemudahan mendapat onderdil atau suku cadang pengganti di pasaran, meski usia mobil terbilang cukup tua.

Baca juga: Agar Untung Saat Tukar Tambah Mobil Baru

Surat lengkap

Pastinya pembeli akan menanyakan perihal surat sah tentang mobil. Jangan sia-siakan kesempatan ini dengan menunjukkan keabsahan dokumen. Dari STNK, BPKB, surat pembelian dulu, dan sebagainya.

Pembeli akan lebih menyukai kondisi mobil yang memang terjamin legal. Sebab mengurangi risiko tertentu di kemudian hari. Apalagi masa pandemi sekarang, tuntutan akan serba kepastian begitu tinggi. Mobil yang tidak jelas asal usulnya bakal tersingkir dengan sendirinya.

Tidak terlibat kredit

Di sisi lain, upayakan tidak ada bentuk kredit yang melilit mobil. Contohnya tunggakan kredit mobil sekian bulan, pajak sekian lamanya, maupun bentuk utang lainnya. Meski nilai utang terlihat sedikit, lebih baik segera tuntaskan. Lantaran sedikit saja ada kondisi kredit yang terdengar, calon konsumen mungkin dapat mengalihkan minatnya.

Andai memang kemampuan internal tidak bisa menutupi tunggakan, penjual dapat menawarkan untuk opsi oper kredit. Atau menggunakan uang dari konsumen guna melunasi utang baru mobil dapat dipindah kepemilikan. Akan tetapi, awali dengan permisi dan berikan info sejelas-jelasnya.

Digital marketing

Manfaatkan digital marketing seoptimal mungkin. Memasang iklan secara gratis di laman media sosial. Sertakan informasi yang lengkap, berikut harga dan nomor yang bisa dihubungi. Tak lupa, pasang foto yang menarik. Terutama bodi mobil yang bisa dipantau secara menyeluruh dan bagian dalam yang juga ditunggu-tunggu.

Baca juga: Agar Terhindar Dari Penipu Saat Jual Mobil Atau Motor

Langsung ke konsumen

Ada baiknya penjualan mobil langsung menyasar ke pengguna. Bukan melalui perantara seperti penampung penjualan mobil bekas. Selain jangka waktu menunggu yang belum pasti, laba dari penjualan akan dipotong sekian persen. Berbeda bila dijual sendiri. Segalanya dapat diatur senyamannya dan sesuai kesepakatan dengan pembeli. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments