24

Cara Efektif Menjauhkan Remaja Dari Rokok Tanpa Konflik

Remaja dan rokok sering bersinggungan. Dari awalnya mencoba, berlanjut ke fase ketagihan, lalu menjadi kebiasaan. Tentu jadi masalah, bagi dirinya maupun orang tua. Jauhkan sedini mungkin lewat berbagai pendekatan.

Riset yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada 2006 menunjukkan, dari jumlah perokok yang ada, 30% nya atau tiga dari sepuluh remaja mulai merokok pada usia 10 tahun. Kenyataan miris ini dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Baca juga: Etika Merokok Yang Perlu Diketahui

Penyebab kenaikannya bisa beragam. Misalnya terpengaruh oleh iklan rokok yang bebas malang melintang, juga tiadanya pengawasan hukum yang secara legal membatasi umur boleh membeli rokok. Di samping itu, bagi remaja, rokok adalah simbol. Barang yang jadikan tolak ukur maskulinitas, kejantanan, pergaulan, kebebasan, termasuk syarat diterima masuk dalam sebuah komunitas.

Tak mudah mengajak mereka menjauh. Ditambah usia remaja dibarengi dengan sifat yang labil, mudah memberontak, lebih suka dekat dengan teman, dan mulai terpancing mencari jalan demi eksistensi.

Cari tahu penyebab

Ajak remaja untuk bicara bersama. Akan lebih baik sebelum mereka mengenal rokok, ketimbang sudah pernah mencobanya. Mulai dari membuka pertanyaan apa itu rokok, gunanya untuk apa, dan sebagainya.

Di tahap ini, orang tua perlu menjadi teman yang asyik bicara. Gali berbagai kemungkinan dan penyebab bila anak sampai ingin merokok. Sehingga solusi lebih mudah untuk segera didiskusikan. Contohnya ternyata anak ingin mencoba rokok sebagai pelarian lantaran orang tua yang kurang memperhatikannya.

Informasi tentang bahaya

Jangan lupa untuk menambahkan akan adanya risiko berbahaya. Mengingat adanya sekian banyak zat kimia yang mengendap dalam tubuh, kemudian perlahan menggerogoti tubuh tanpa terasa. Tak enaknya lagi, rokok bersifat menjebak. Artinya membuat ketagihan yang tak bisa dilepas begitu saja.

Baca juga: Nutrisi Ini Diperlukan Untuk Kesuburan Pria

Kehadiran ayah

Karena rokok sering diidentikkan dengan maskulinitas, maka coba maksimalkan peran ayah. Namun, akan jauh lebih efektif bila ayah atau anggota keluarga yang lain tidak ada yang merokok. Atau telah lama berhenti dengan menyebut aneka dampak negatifnya. Sehingga anak serasa mendapat pelajaran langsung dari guru yang sudah berpengalaman.

Ada batasan yang tegas

Walau remaja terkenal tidak suka mendengarkan, tetap buat kesepakatan. Yakni larangan tegas untuk merokok. Dengan adanya larangan, setidaknya menjadi alarm untuk membatasi diri sendiri. Tidak mudah terseret arus mengingat ada rambu-rambu dari keluarga sebelumnya. Sekalipun orang tua tak ada di sampingnya.

Kaitan dengan finansial

Coba pula dengan mengaitkan ke masalah finansial. Mungkin sekali membeli rokok terhitung ringan. Namun saat sudah menjadi kebutuhan, nominal yang harus dikeluarkan bakal meningkat tajam. Minta para remaja untuk berpikir ulang. Daripada terbuang sia-sia, lebih baik uang dana membeli rokok diperuntukkan untuk hal-hal yang lebih berguna.

Baca juga: Tak Usah Diisap, Gunakan Tembakau Untuk Hal Ini Saja

Mencari pengganti

Agar tidak terkesan mengekang, orang tua juga dapat mencoba mencari pengganti. Barang atau aktivitas yang sekiranya efektif menjauhkan remaja dari rokok. Di mana biasanya cenderung menuju pada lingkungan pergaulan yang lebih sehat. Contohnya, wadah yang menampung minat dan bakatnya. Selain potensinya kian berkembang, remaja jadi jauh dari lintingan tembakau berasap. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments