05

Akui Perasaan Anak Bisa Cegah Stres Orang Tua dan Anak

Pernahkah Anda mengatakan hal ini ketika misalnya anak kehilangan binatang kesayangan, “Gak usah sedih, nanti ayah beliin lagi.” Bila ya, berarti Anda dan anak satu langkah menuju stres. Dunia anak penuh dengan kestabilan, gangguan apapun bisa membuat mereka stres.

Mengingkari perasaan anak malah akan membuat anak makin stres. Stres akan bisa memengaruhi fisik dan mengubah kehidupan sosial serta emosi mereka. Stres pada anak juga akan memengaruhi orang tua.

Baca juga: Kesalahan Kecil Orang Tua Yang Membuat Anak Stres Saat Ujian

Itulah yang terungkap pada webinar yang diadakan Titan Center dengan tema Kiat Anti-stres Ibu dan Anak di Tengah Pandemi. Menghadirkan Ibu Tanti Diniyanti, Psi, Psikolog RSIA Bina Medika sebagai pembicara. Webinar yang diadakan pada Jumat (4/9) berlangsung seru dan para partisipan sangat aktif.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua

Takut menyebutkan nama perasaan tidak nyaman anak karena khawatir memperburuk keadaan. Inilah kesalahan yang kerap tanpa disadari dilakukan oleh orang tua yang malah akan membuat anak makin tak bisa mengelola emosi. Seperti ilustrasi ini:

Inilah kesalahan tersebut berdasarkan ilustrasi di atas:

  1. Ayah mengira dengan mengesampingkan perasaan anak, rasa sedih anak akan hilang.
  2. Kata “cuma”berkonotasi bahwa apa yang anak alami tidak berarti pada anak, padahal bagi anak peristiwa tersebut sangat berarti. Inilah yang disebut cognitive bias.
  3. Kebutuhan anak bukandibelikan penggantinya. Kebutuhan anak adalah dipahami perasaannya.
  4. Terjadi labeling, akan memberikan dampak negatif pada anak.

Sebutkan Nama Perasaan Itu

Bila terjadi keadaan yang membuat perubahan emosi pada anak, orang tua harus menyebutkan nama perasaan yang tengah dialami anak. Seperti ilustrasi di bawah ini.

Dengan mengakui perasaan atau emosi yang dihadapi anak, anak akan dapat mengelola emosinya sendiri. Dengan menerima emosi anak, ia akan lebih tenang. Anak akan punya kemampuan untuk menetralkan atau menurunkan emosinya sendiri.

Orang Tua Juga Perlu Berlatih Mengelola Emosi

Selain membahas mengenai penyebab dan dampak stres pada anak, Ibu Tanti juga memberikan teknik untuk mengelola emosi. Jadi orang tua pun harus mampu mengatasi dan mengelola emosi agar tidak terpendam yang malah akan berakibat lebih buruk. Ada beberapa cara untuk mengelola emosi yang bisa diterapkan orang tua.

  1. Teknik journaling.Yaitu menuliskan apa yang terjadi, apa yang dirasakan, siapa saja orang yang terlibat, kapan merasa terpicu, apa hasilnya, apa yang menurut Anda sebaiknya dilakukan, mengapa hal tersebut sulit untuk dihilangkan.
  2. Berhenti sejenak.Dengarkan musik yang meditatif sekitar tiga menit sambil merasakan apa yang tengah dirasakan.
  3. Liat cermin, lalu bicara sendiri apa yang kita rasakan. Kenali diri kita sendiri, hal apa yang disukai dan apa yang mengganggu. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Freepik, bahan presentasi

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments