02

Reaksi Tepat Orang Tua Ketika Anak Mengaku Pernah Melakukan Seks

Tidak semua orang tua siap mendapati pengakuan anak telah atau pernah berhubungan seks. Bahkan kerap langsung dihadapkan pada kebingungan akan bersikap seperti apa. Sadari, bahwa di situasi seperti ini, hati-hati dalam bereaksi.

Sebab salah mengambil langkah, dampaknya bakal berkepanjangan. Membawa keretakan besar antara orang tua dan anak, serta anak sendiri kian tenggelam dalam masalahnya. Bukan tak mungkin dia mengaku lantaran butuh bantuan orang tua. Akan tetapi reaksi yang diberikan orang tua tak sesuai harapannya. Masalah tak tuntas, sementara anak lari melampiaskan pada hal yang juga kurang tepat.

Baca juga: Trik Agar Remaja Tak Tergoda Seks Bebas

Tahan amarah

Memang situasi demikian sangat memancing amarah. Namun betapapun sulitnya, lebih baik tahan diri untuk tidak menunjukkan emosi yang berlebihan. Tetap tunjukkan bahwa orang tua mampu mengontrol diri. Pergi sejenak untuk menyendiri, hingga pikiran benar-benar tenang. Selanjutnya baru membahasnya kembali.

Sampaikan kekecewaan

Namun tetap sampaikan perasaan Anda. Sedih, kecewa, tak menyangka, dan sebagainya. Anak harus mengetahui akibat dari perbuatannya pada orang-orang di sekitarnya, khususnya orang tua. Karena orang tua juga ikut menanggung andai terjadi hal-hal yang tidak terduga dari berhubungan seks ini.

Baca juga: Alasan Dibalik Orang Tua Tak Mengenalkan Sex Education Pada Anak

Tanyakan kronologis

Setelah itu, lanjutkan pada sesi pertanyaan. Bagaimana kronologi yang sebenarnya. Dengan siapa anak melakukan hubungan seks, telah terulang berapa kali, sejak kapan, sudah sejauh mana hubungan dilakukan, atas inisiatif pribadi atau ada unsur paksaan, dan sebagainya. Minta anak untuk berterus terang di samping orang tua tampil sebagai lawan bicara yang nyaman.

Tahap ini sangat penting untuk diketahui pasti. Tujuannya untuk membantu anak menjauh dari pokok persoalan yang sama suatu saat nanti. Sekaligus mengevaluasi penyebab yang datang dari pola asuh orang tua hingga anak nekat melakukan seks tanpa berpikir panjang.

Bukti yang tersimpan

Tanyakan pula tentang kemungkinan adanya bukti yang tersimpan dari hasil berhubungan seksual. Berupa foto, video, atau perekaman suara. Juga tentang keberadaan saksi yang menyaksikan langsung. Bila ada, diskusikan pemecahan yang terbaik. Agar bukti maupun saksi suatu saat tidak menjadi teror bagi anak dan masa depannya.

Tentang perasaannya

Jangan lupa, sekhilaf apapun kesalahan anak, tetap hargai perasaannya. Beri kesempatan pada anak untuk mengutarakannya. Barangkali awalnya anak merasa senang, tapi setelah itu dia takut, khawatir, dan tak percaya diri lagi.

Setiap hal yang dia rasakan, berikan feedback tentang konsekuensi dan solusi yang bisa ditempuh.

Konsekuensi jika terulang

Sebutkan dan sertakan tentang konsekuensi jika terulang. Apalagi ketika sudah mengetahui dampak berhubungan seks di bawah umur, tapi diabaikan oleh anak. Sebab tak selamanya orang tua dapat mendampingi. Jadi anak harus siap menghadapi sendiri andai terjadi lagi.

Baca juga: Perisai Agar Anak Terhindar Dari Kejahatan Seksual

Bantuan dari yang ahli

Dampingi setiap saat. Agar anak dapat bangkit, tetap percaya diri, tetap berdaya, dan mau mengalihkan keseharian pada wadah yang kreatif dari pergaulannya selama ini. Menemukan teman-teman baru yang lebih baik dan menorehkan prestasi. Jika perlu, bawa anak ke ahli, seperti psikolog, untuk mendapat penanganan lebih lanjut dan sistematis. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments