28-1

Cara Agar Rumah Second Bisa Lebih Mahal Saat Dijual

Menjual properti harus memakai strategi. Untuk merebut hati calon pembeli. Juga menjaga harga jualnya tetap tinggi. Tak peduli usia properti sudah menua atau terhitung baru berdiri.

Pemilik perlu mengawali dengan langkah-langkah tertentu. Menampilkan wajah properti semenarik mungkin. Rapi, bersih, dan siap huni. Menarik minat pembeli untuk tak usah ragu membeli.

Baca juga: Mempercantik Rumah Tanpa Perlu Banyak Usaha

Memang repot di awal, sebab ada waktu, tenaga, dan sekian biaya. Namun bakal berbuah manis di akhir. Plus yang terpenting, harga jual sesuai keinginan.

Terawat

Pembeli lebih menyukai properti yang terawat, meski lama tak dihuni. Properti yang terawat juga turut mengerek harga. Minimal membuatnya tetap berada pada rata-rata harga pasar. Bukan turun karena kondisi yang terbengkalai. Karenanya, pastikan properti selalu mendapat sentuhan proteksi yang membuatnya nyaman untuk ditinggali. Hingga nantinya sampai ke tangan pembeli.

Renovasi

Harga tinggi juga muncul karena renovasi. Pada bagian dinding yang baru dicat, kamar mandi dan toilet yang baru, kran dan bak cuci yang terkini, tidak ada talang yang bocor, atau tembok yang lembap.

Semuanya dalam kondisi prima. Termasuk halaman atau tanah tersisa terjaga baik. Bersih dari sampah, tanaman liar, dan sarang-sarang binatang.

Posisi strategis

Keuntungan tersendiri ketika properti berada di posisi strategis. Bahkan tanpa harus dilisankan, harga jual sudah pasti tinggi. Posisi strategis juga kerap disebut-sebut dalam marketing penjualan. Misalnya dekat jalan raya, berbagai fasilitas penting, dan mudah diakses dengan transportasi umum. Andaikan properti yang akan Anda jual tidak begitu strategis, seperti lokasi agak masuk ke dalam, buat penawaran menarik untuk mengakalinya dan menjaga harga tetap tinggi.

Tidak diterpa isu miring

Harga tinggi juga dipengaruhi oleh isu. Kondisi properti yang baik sering tidak laku atau bernilai rendah sebab diterpa isu-isu miring. Contohnya berhantu, tidak mendatangkan hoki bila dijadikan tempat usaha, dan sebagainya. Jangan pantang menyerah. Pikirkan solusi yang efektif untuk menyingkirkan semua isu dan properti tetap diminati.

Baca juga: Sebelum Membeli Rumah Berhantu

Lingkungan mendukung

Disamping itu lingkungan yang mendukung ikut menentukan. Pembeli cenderung membandingkan harga yang ditawarkan dengan kondisi properti disekitarnya. Mulai dari tingkat keamanan, sistem yang terbangun, keberlanjutan pembangunan jangka panjang, tingkat polusi, ketersediaan air bersih, serta lain-lain. Jadi, berikan penjelasan yang jelas mengenai lingkungan sekitar pada pembeli.

Punya nilai historis

Properti yang punya nilai historis tergaransi untuk selalu punya harga tinggi.

Seperti pernah dimiliki oleh orang terkenal, pernah dipakai usaha oleh brand ternama, atau properti adalah hasil rancangan arsitek terkemuka.

Manfaatkan faktor ini sebagai nilai tambah dalam proses tawar menawar. Sehingga pembeli merasa properti yang mereka incar memang pantas untuk ditebus dengan harga jauh di kisaran pasar.

Baca juga: Persiapan Pindah Ke Rumah Tua Atau Terbengkalai

Surat lengkap dan legal

Dan tidak lupa untuk memperhatikan soal administrasi. Pastikan properti sudah lengkap surat-suratnya secara sah dan legal. Tidak menanggung beban pajak apapun, juga iuran lingkungan yang mengikat keberadaan properti tersebut. Dengan demikian, pembeli lebih tertarik dan tak terlalu mempermasalahkan harga yang disebutkan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASBINTARO

Comments

comments