18

Bentuk Tabungan Untuk Finansial Aman Bila Terjadi Resesi

Wacana akan terjadi resesi kembali menggema. Beberapa negara telah mengumumkan jatuh ke jurang resesi. Menjadi alarm kuat bagi siapa saja untuk bersiap menghadapinya. Salah satu caranya adalah bersiaga dengan mempunyai tabungan yang bisa jadi genggaman.

Bentuknya bisa disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing. Namun ada baiknya mudah dicairkan dengan risiko paling kecil. Tidak memakan waktu dan proses yang panjang, seperti jual beli properti. Sebab krisis tentu membutuhkan dana cepat. Terutama kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa ditunda. Biaya makan, bayar listrik, cicilan, sekolah anak-anak, dan sebagainya.

Baca juga: Persiapan Matang Agar Pensiun Terasa Nyaman

Apalagi ancaman PHK, pengurangan karyawan, dan daya beli yang terus melemah masih terjadi. Kapan saja bisa menimpa diri. Karenanya memiliki tabungan segera jadi kebutuhan yang mendesak pula.

Selain itu, para konsultan keuangan menyarankan agar selama pandemi, pengeluaran uang perlu dilakukan dengan bijak. Tahan diri jika bukan sifatnya tidak urgen, tidak berutang, dan tidak gampang menggesek kartu kredit. Mengingat belum bisa dipastikan kapan pandemi akan berakhir.

Emas

Sejak dulu emas selalu menjadi alat pelindung ketika terjadi krisis. Sekarang pun tidak salah jika Anda menyimpannya sebagai penyelamat keuangan rumah tangga. Emas relatif lebih stabil menghadapi inflasi dan nilainya dari tahun ke tahun terus naik. Sehingga menguntungkan saat dijual. Bahkan baru-baru ini harga jual emas sangat cantik, lho.

Baca juga: Jeli Membeli Emas Agar Selalu Untung

Dana darurat

Pandemi juga perlu dihadapi dengan dana darurat. Sejumlah dana yang tersimpan rapi dan baru digunakan ketika ada keperluan khusus.

Bagi Anda yang masih single, minimal dana darurat yang harus ada sebesar tiga kali pengeluaran bulanan.

Namun jika sudah berkeluarga, Anda perlu menyiapkan dana sebesar enam kali pengeluaran bulanan. Tahan diri untuk tidak mengotak-atiknya sampai dirasa benar-benar perlu.

Tabungan rencana di bank

Manfaatkan program tabungan rencana di bank. Mirip dengan menabung konvensional. Bedanya terletak pada jangka waktu menabung dan tujuannya. Contohnya menabung untuk pendidikan anak selama setahun. Jadi, bank secara otomatis akan menarik sekian rupiah dari rekening lama Anda ke rekening baru. Uang yang terkumpul tidak bisa diambil hingga batas waktu yang telah disepakati.

Reksadana

Ada pula bentuk reksadana. Pilihannya ada dua jenis, yakni reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Dengan hanya memulai modal puluhan ribu saja, reksadana sudah bisa dibeli. Keuntungan dapat kembali pada akhir tahun atau jangka waktu yang lebih panjang.

Deposito

Deposito atau simpanan berjangka juga memberikan laba menggiurkan. Rata-rata saat ini bank menjanjikan imbal hasil sebesar 5 persen dari uang yang Anda tanam. Dikirim langsung setiap bulan atau digulung kembali ke deposito. Bentuk tabungan yang kerap disasar bagi yang kesulitan menabung namun ragu menyimpan dana di bank lebih lama.

Baca juga: Mengelola Digital Wallet Agar Tidak Boros

Uang tunai

Berkaca dari krisis 1998, sebaiknya Anda tetap mempertimbangkan untuk menabung dalam bentuk uang tunai. Sebagian di bank seperti tabungan biasa, sebagian lagi simpan secukupnya di rumah atau tempat aman. Sebab dulu saat krisis, perekonomian yang kacau balau membuat uang tunai tak bisa ditarik. Jadi, punya cadangan lembar uang sendiri akan jadi penyelamat Anda dan keluarga. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments