01

Fetish Belum Tentu Kelainan, Tapi Waspada Bila Ada Tanda-Tanda Ini

Baru-baru ini jagad maya ramai oleh kasus kelainan seks menyimpang mahasiswa di suatu kota. Disebut-sebut ia memiliki fetish yang tak biasa dan memakan banyak korban. Namun apa sebenarnya fetish itu sendiri?

Fetish adalah ungkapan dorongan seksual terhadap benda mati. Penderitanya disebut fetishist. Mereka dapat terangsang lalu menikmatinya setelah melihat, menyentuh, mengecap, membaui, menggosok, hingga memakai benda yang disukainya. Misalnya pakaian dalam wanita, sarung tangan, stocking, high hells, bulu hewan, atau dalam kasus mahasiswa tadi, ia tertarik dengan perempuan yang dibungkus kain jarik.

Baca juga: Gesit Menghadapi Bos Genit

Bisa pula tertarik pada bagian fisik. Seperti jari tangan, kuku, rambut, paha, leher, dan sebagainya. Daftar objek bisa bertambah luas, tergantung dari ketertarikan penderita yang dapat berbeda-beda. Bahkan kadang tidak masuk akal. Misalnya menikmati gigitan serangga sebagai bagian seksual dan tertarik setelah melihat adegan kecelakaan.

Uniknya, fetish lebih banyak dialami oleh para pria dibanding wanita. Akan tetapi belum dapat dijelaskan mengapa sampai demikian.

Penyebabnya

Hingga kini para ahli juga belum dapat mengungkapkan penyebab fetish pada seseorang. Hanya saja diduga ada korelasi yang kuat dengan pengalaman di masa lalu. Contohnya menyaksikan adegan tidak senonoh di usia yang belum sepantasnya. Juga menjadi korban pelecehan seksual sangat mungkin membuat seseorang bersikap abnormal di kemudian hari.

Dugaan lain menilai fetish berhubungan erat dengan masa pengenalan seks saat remaja. Perkenalan yang berbarengan dengan ketertarikan pada objek tertentu. Lantas terus menjadikan objeknya sebagai kesenangan tersendiri.

Tidak selalu kelainan

Meski terlihat aneh, nyatanya fetish tidak bisa serta merta dianggap kelainan. Perlu ditelaah dari mana sudut pandangnya. Jika ketertarikan atas suatu objek dinikmati dengan pasangan dan tidak ada masalah pada keduanya, maka aksi ini sah-sah saja. Juga bukan masalah ketika tidak disertai tekanan dari salah satu pihak. Fetish juga bukan dinyatakan sebagai kesalahan ketika menikmati objek tertentu saat sendiri atau masturbasi.

Baca juga: Sikap Orang Tua Ketika Anak Mulai Jatuh Cinta

Baru menjadi problem besar jika sudah menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan. Terlebih muncul paksaan yang sangat merugikan. Atau sudah mengarah ke pelecehan seksual.

Gangguan yang muncul

Di sisi lain, fetish kerap dibarengi dengan gangguan lain yang cukup merugikan. Mulai dari abai pada pasangan, karena lebih tertarik pada benda mati sebagai pelampiasan hasrat seksual. Tak jarang pula fetish menimbulkan rasa tertekan, putus asa, sampai keinginan bunuh diri. Terutama jika hasratnya tak terkontrol.

Sangat disarankan bagi penderita untuk meminta bantuan dokter untuk mendapat obat dan terapi yang tepat, konsultasi ke psikolog, atau ahli jiwa sekalipun. Ketimbang tak mengakui, menyiksa diri sendiri, dan mengganggu orang lain.

Baca juga: Ciri-Ciri Predator Seksual Yang Perlu Diberitahukan Pada Anak

Waspada jika…

Nah di samping itu, kenali pula orang dengan fetish. Ada gejala yang perlu dikenali supaya Anda tak menjadi korban pelecehan. Awalnya mereka akan mengawali dengan perkenalan biasa. Berlanjut ke permintaan yang tak biasa dengan intensitas lebih dari satu kali atau berulang. Bila ada penolakan, reaksinya bakal marah dan mengancam. Ketika situasi sudah tak aman, ada baiknya Anda segera meminta pertolongan orang terdekat dan pihak keamanan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments