28

Mengajak Pasangan Terbuka Soal Keuangan

Dalam relasi pernikahan, uang bisa menjadi hal yang sensitif. Kerap pula menimbulkan percikan masalah. Apalagi bila salah satu atau keduanya tertutup dalam penggunaan sehari-hari. Bagaimana mengajak pasangan untuk mau terbuka?

Namun perlu disadari, tertutup bukan berarti berbohong. Mungkin pasangan selama ini tidak menyadari tindakannya yang tak transparan memunculkan ketidaknyamanan. Bahkan memancing prasangka yang tidak-tidak. Padahal selama ini penggunaannya sah-sah saja. Tidak menyalahi etika dalam hubungan suami istri. Artinya masalah ada pada komunikasi.

Baca juga: Tips Menyiasati Keuangan Keluarga

Banyak pasangan yang tertutup mengenai finansial lantaran beberapa sebab. Salah satunya adalah nirpengalaman akibat tidak ada figur di masa lalu yang jadi role model. Atau muncul rasa insecure dari diri sendiri. Karena sejak awal sudah yakin pasangan tidak akan menyetujui penggunaan uang untuk hal tertentu.

Jadi apapun yang melatarbelakangi masalah keuangan rumah tangga, semuanya perlu dibicarakan. Sebab uang punya dua sisi yang berlainan. Merupakan sumber kebahagiaan, sekaligus cobaan.

Bicara bersama

Tak baik terus menerus mendiamkan sikap tertutupnya pasangan. Ungkapkan segera perasaan Anda dan bicarakan bersama. Apa gunanya? Bukan hanya untuk segera membuatnya terbuka, fungsi lain juga untuk menyehatkan emosi Anda. Tinggal memilih waktu yang pas, juga bahasa pengantar yang nyaman didengar.

Tanya kenapa

Fokus dan titik beratkan pada alasan dibaliknya. Tanya mengapa pasangan cenderung tertutup soal keuangan. Apakah ada yang memang rahasia besar atau sebaiknya dalam pernikahan tidak ada yang perlu ditutup-tutupi.

Baca juga: Saat Orang Tua Ingin Pinjam Uang

Akan tetapi dalam sesi ini, hindari langsung melayangkan tuduhan. Sebisa mungkin mainkan trik supaya pasangan mau membeberkan landasan diamnya selama ini.

Dimulai dari Anda

Dan, mulai dari Anda. Mengawali keterbukaan lebih dulu, akan menggugah pasangan tak ragu bersikap yang sama. Seperti misalnya dengan menunjukkan catatan kecil atau sambil bercerita telah membeli apa saja. Sehingga pasangan tidak merasa tertuntut dan dipojokkan layaknya terdakwa. Akan tetapi cerita-ceritanya ditunggu dan berharga untuk didengar.

Mulai membuat rencana berdua

Kemudian ajak pasangan untuk membuat rencana. Istilah lainnya, kesepakatan selama menggunakan uang. Boleh untuk apa saja, dan terlarang pada yang mana. Termasuk perlunya memberitahu terlebih dulu sebelum memakai uang bila terjadi hal-hal tak diduga. Langkah cerdik yang juga untuk mengantisipasi adanya niat curang atau berbohong dari salah satu pihak.

Bebas untuk me time

Tawarkan untuk masing-masing memiliki anggaran me time.

Porsi uang yang sifatnya bebas digunakan asal tidak menyalahi kaidah dalam norma pernikahan.

Misalnya membeli barang idaman untuk menghadiahi diri sendiri. Tapi perlu didiskusikan bersama jika uang akan diberikan pada orang lain. Supaya ke depan tidak ada kesalahpahaman atau memberikan pengaruh luar biasa ke hubungan pernikahan.

Baca juga: “Me Time” Asyik Untuk Ibu Rumah Tangga

Saat tertutup lagi

Bisa saja salah satu kemudian lupa. Atau sengaja mengabaikan kesepakatan yang telah dibuat bersama. Jika kondisi demikian terjadi, Anda atau pasangan harus mau membuka diri lagi. Mengingat kembali untuk apa harus terbuka satu sama lain. Khususnya pada cita-cita bersama yang ingin diraih. Bukan marah, kian menutupi, atau malah mengelak. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments