26

Yang Tak Perlu Buru-Buru Dalam Hidup Ini

Dalam hidup adakalanya kita terburu-buru. Apalagi jika sedang dikejar waktu. Tapi, ada beberapa hal yang sebaiknya kita pikir berulang kali sebelum memutuskannya. Daripada menyesal di kemudian hari dan tak mungkin kembali ke masa kini.

Ditambah memang tak ada yang memburu-buru. Bisa saja rasa tersebut datang dari dorongan internal. Terpengaruh oleh pikiran dan perasaan yang membuat tergesa-gesa. Memposisikan diri sendiri sedang dalam ajang kompetisi. Padahal tak ada lawan atau musuh yang bakal mengejar. Bahkan andai Anda pelan-pelan dalam bertindak, orang lain pun tak akan mempermasalahkan.

Baca juga: Belajar Memaafkan Agar Fisik Tak Ikut Sakit

Apa akibatnya? Memang dengan terburu-buru, semua yang diinginkan lebih cepat kesampaian dan terwujud. Tapi setelahnya, terutama saat diri ternyata belum siap, bakal berbuah panjang. Pada diri sendiri, pasangan, anak, keluarga, juga pada orang-orang terdekat. Maka dari itu, meski ada ambisi atau obsesi, raih dengan rencana yang matang. Agar kelak tak berbuah penyesalan.

Menikah

Menikah bukan arena perlombaan. Menikah adalah fase hidup baru yang membutuhkan komitmen dan tanggung jawab besar. Butuh kesiapan mental yang kuat. Termasuk menentukan dengan siapa, bagaimana, dan seperti apa rumah tangga nanti. Jangan paksa diri segera menikah hanya karena teman atau umur sudah dinilai pantas menikah. Asal dengan sendiri dan tetap baik-baik saja, tak masalah untuk sendiri dulu.

Punya anak

Anak bukan sekadar tanda cinta. Ia juga amanah yang besar. Persiapkan fisik dan mental agar sepenuhnya siap menyambut buah hati. Terpenting, memiliki anak memang merupakan keputusan bersama. Bukan menuruti perkataan orang lain atau suatu keharusan mengikuti norma umum setelah melewati tahap menikah.

Baca juga: Mengapa Liburan Keluar Negeri Dianggap Lebih Bergengsi

Menuruti gengsi

Tahan diri sebelum menceburkan diri dalam gengsi. Baik dimaksudkan untuk mempertahankan status quo, selalu update dengan yang terkini, atau mendapat keakuan dari orang lain. Terlebih gengsi yang identik dengan konsumsi berbiaya mahal. Beruntung jika dapat memenuhi dengan biaya sendiri. Sebab banyak yang terjerumus pada utang dan sikap kepura-puraan yang melelahkan.

Selalu jadi yang nomor satu

Tak ada yang melarang untuk menjadi nomor satu. Namun coba tanya pada diri sendiri untuk apa menjadi nomor satu dengan tergesa-gesa. Seolah-olah di belakang selalu ada yang mengejar. Hanya akan membuat pikiran tidak jernih, mengambil keputusan salah, serta tidak mendapat kepuasan dengan menjadi nomor satu.

Mengiyakan permintaan orang lain

Boleh saja membantu orang lain, akan tetapi jangan terburu-buru untuk selalu mengiyakan setiap permintaan. Khususnya bagi Anda yang punya tipe emosi tidak enakan. Apalagi saat menyadari bahwa permintaan akan mendatangkan beban bagi Anda. Coba mulai pilah mana yang perlu dikabulkan dan berusaha mengatakan tidak pada orang lain.

Baca juga: Sstt….Ini Cara Sukses Yang Tak Pernah Diduga

Sukses tanpa menikmati proses

Sukses adalah impian setiap orang. Nikmati saja setiap proses yang harus dilewati. Susah senang, tawa tangis, juga segala drama yang mengikuti. Ada saatnya ngebut, ada saatnya menginjak rem. Mainkan dengan lihai. Agar kelak saat sukses ada dalam genggaman, meninggalkan kenangan yang berharga dan bermakna. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments