25

Ambang Batas Aman Minum Multivitamin

Multivitamin sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Terutama saat masa pandemi sekarang. Akan tetapi, ada rambu-rambu yang mesti dipatuhi. Sebab tak bisa asal, layaknya obat yang terbatas pada dosis.

Jenisnya juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Mengingat ada banyak sekali, dan memiliki manfaat yang berbeda-beda. Dari vitamin A, B beserta variannya, C, D, E, zinc, selenium, asam folat, dan masih banyak lagi. Semuanya bisa didapat dengan mudah di apotek atau pasaran, namun sebagian mesti diperoleh dengan resep dokter.

Baca juga: Cara Meningkatkan Imun Tubuh Yang Benar Dan Alami

Sebelum mengonsumsi, konsumen diminta memperhatikan benar-benar kandungan di dalam kemasan. Guna memastikan keamanan multivitamin pada tubuh. Atau menghindari tindakan sembrono dengan meminum beberapa tipe sekaligus. Ada formula-formula tertentu bila sampai menumpuk berlebihan dalam tubuh justru tidak memberikan proteksi. Mendatangkan bahaya, khususnya untuk jenis vitamin yang larut lemak dan mengarah ke potensi keracunan.

Kondisi yang butuh multivitamin

Multivitamin pada dasarnya dibutuhkan ketika kita tidak mendapat nutrisi secara alami. Biasanya disebabkan oleh gaya hidup atau pola konsumsi yang salah. Seperti jarang mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Jadi, selama tubuh teratur mendapat asupan makanan bergizi juga diimbangi dengan gaya hidup yang baik, multivitamin tidak harus selalu dikonsumsi.

Baru menjadi kebutuhan mendesak saat tubuh menunjukkan tanda-tanda tertentu. Di antaranya orang yang sering makanan bermenu tak sehat, mengalami gangguan penyerapan, vegetarian, lanjut usia, sedang hamil dan menyusui, diet ketat dan tak seimbang, juga untuk para perokok atau peminum alkohol berat.

Baca juga: Cegah Ketergantungan Pada Obat Bebas

Hadirnya multivitamin akan menutupi kekurangan zat-zat penting yang seharusnya ada di angka ideal. Serta tetap penting memperhatikan rekomendasi dari dokter sebelum memasukkan multivitamin sebagai kebutuhan harian.

Dosis yang benar

Untuk dosis, masing-masing kondisi tubuh harus dilihat dengan berbeda, tidak bisa dipukul rata. Contohnya ibu hamil dan menyusui yang punya takaran sendiri. Sama halnya untuk anak-anak atau yang berada di bawah usia 19 tahun.

Selebihnya, paling aman diminum satu tablet/pil/kapsul per hari. Masing-masing multivitamin juga beda massanya dan peruntukkannya. Lalu utamakan yang memenuhi 100 kebutuhan harian (DV/daily value) dibanding yang 10 DV. Pastikan juga akan aman atau tidak saat minum jenis yang berlainan secara bersamaan. Paling tidak, ke depan tidak ada risiko efek samping berbahaya.

Pagi atau malam?

Umum menjadi pertanyaan, baiknya diminum pagi atau malam? Sebenarnya tergantung jenis vitamin itu sendiri. Multivamin yang mengandung banyak jenis vitamin, sebaiknya diminum pada pagi hari, setelah Anda sarapan. Hal ini untuk meningkatkan penyerapan zat secara optimal ke dalam tubuh bersamaan dengan nutrisi dari makanan. Sementara untuk jenis vitamin B dan C, yang mana mudah larut oleh air, tidak ada waktu terbaik. Anda bisa minum pagi, siang, sore, maupun malam.

Baca juga: Waspada Gangguan Pola Makan Baru

Dapat bereaksi dengan makanan dan obat-obatan

Multivitamin dapat bereaksi dengan makanan dan obat-obatan. Karena itu, hindari minum vitamin yang mengandung zat besi dan kalsium berbarengan. Atau minum multivitamin sembari minum teh, kopi, atau makanan berserat tinggi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments