21

Kesalahan Kecil Orang Tua Yang Membuat Anak Stres Saat Ujian

Seringkali stres melanda anak bersamaan dengan masa-masa ujian. Menjadi kian berat saat ada sikap-sikap dari orang tua yang tidak diharapkan. Walau tergolong kecil atau ringan. Akan tetapi menimbulkan tekanan yang luar biasa bagi anak.

Mungkin orang tua tak menyadari reaksi yang diarahkan pada anak meninggalkan bekas yang mendalam. Karena selama ini tidak disadari atau dianggap biasa saja. Padahal sangat mungkin, dari sisi anak, ada dampak tak nyaman yang mesti dipendam. Lalu berimbas pada ujian. Terlebih anak belum pandai mengungkapkan perasaannya. Sementara orang tua menilai segala hal yang bersumber darinya selalu benar dan baik bagi anak.

Baca juga: Tak Perlu Pusing Saat Anak Ujian

Jadi, tak perlu sampai ke tahap di mana orang tua sudah bersikap berlebihan. Seperti memasang target tinggi untuk setiap materi ujian atau membandingkan anak dengan temannya yang di bidang akademik sangat berprestasi. Banyak sikap sepele yang berbuah sebagai kesalahan. Simpel dan efektif menjerumuskan anak pada ketidakpercayaan diri dan ogah-ogahan menghadapi ujian.

Terlalu mendikte

Dari sisi orang tua mungkin bermaksud untuk membantu anak agar tak ada kesulitan selama ujian. Akan tetapi ketika sikap orang tua sudah masuk ranah mendikte, anak justru tak leluasa. Contoh kecilnya adalah menentukan kapan anak harus belajar, sudah menyiapkan ruangan khusus tanpa bertanya apakah anak senang belajar di sana, mengubah tempat belajar yang selama ini dipakai sesuai selera orang tua, memberi arahan untuk materi mana yang sebaiknya dipelajari lebih dulu, dan sebagainya.

Tampak sepele kan? Tapi tindakan mendikte ini malah mengganggu, kemudian diikuti stres atau tekanan pada anak.

Baca juga: Plus Minus Les Tambahan Untuk Anak

Kerap mengganggu

Berikan waktu pada anak. Khususnya bila memang ingin menyendiri guna mendapat konsentrasi penuh. Apalagi bagi anak yang mendapat distraksi sedikit saja, fokusnya sudah pecah. Maka dari itu, hindari untuk kerap mengganggu. Misalnya terlalu sering masuk ke ruangan anak dan bertanya ini itu, mengantarkan makanan atau minuman, merapikan buku-buku anak saat terlihat berantakan. Lebih baik, biarkan mereka sendiri.   

Melontarkan kalimat tak enak

Hindari pula melontarkan kalimat yang tak enak. Umumnya berupa pertanyaan, tapi seolah tersimpan pesan yang tidak mendukung anak. Seperti bertanya, “memangnya kamu bisa?” Alih-alih dapat menjawab, seringnya yang muncul pertama kali, anak langsung tak percaya dengan kemampuan dirinya sendiri. Maka dari itu, pikir kembali sebelum bertanya atau melontarkan sebuah kalimat.

Acuh tak acuh

Disisi lain, anak juga dapat stres saat ujian ketika menyadari sikap dari orang tua yang acuh tak acuh. Seadanya dalam memperlihatkan atensi dan dukungan. Atau ogah-ogahan memandang ujian sebagai sesuatu yang penting. Lalu menyertakan sikap lain, misalnya tidak toleransi saat anak belajar, tidak bertanya hasil maupun jalannya ujian selama di sekolah.

Baca juga: Mengatasi Anak Yang Mogok Sekolah Di Tengah Jalan

Berlebihan tanpa solusi

Satu lagi yang juga membuat anak tak nyaman. Tak lain adalah orang tua berlebihan akan tetapi tidak menyediakan solusi. Artinya melemparkan semuanya pada anak, sementara orang tua cukup berhenti pada wacana berupa kekhawatiran dan kegelisahannya sendiri. Ada baiknya, tetap tenang dan tidak perlu mendramatisir. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments