17

Bahan Alat Masak dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan

Mungkin dari penampilan sekilas terlihat sama saja. Tapi sebenarnya bahan dasar alat masak punya banyak perbedaan. Dari urusan penghantar panas, pengaruh ke rasa makanan, sampai faktor kesehatan.

Masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Sehingga pengguna mesti berhati-hati. Terutama dalam mengantisipasi kelemahan yang dibawa oleh alat masak supaya tidak terlalu dominan. Sebab efeknya tidak langsung terasa. Melainkan menumpuk perlahan dan kelak menjadi bumerang bagi yang kerap mengonsumsi makanan hasil olahan di dalamnya.

Baca juga: Cara Mudah Hapus Gosong Dari Perabot Dapur

Risiko ini kian parah saat kita mengabaikan dan salah kaprah dalam penggunaan. Seperti tetap memakai alat masak sehari-hari meski menyadari lapisannya sudah rusak. Jadi ketika membeli, jangan hanya mempertimbangkan harga dan kemasannya saja. Bahan pembuat alat masak juga punya peran penting untuk kesehatan dan masakan yang sempurna.

Teflon

Teflon tampaknya menjadi idola mengingat sifat anti lengketnya. Tak meninggalkan sisa di sisi lapisan dalamnya, jadi sangat mudah dibersihkan. Sayangnya, begitu suhunya mencapai lebih dari 300 derajat celsius, ia akan mengeluarkan beraneka gas beracun. Penyakit juga mengancam ketika permukaan tergores lalu racun meresap ke makanan.

Keramik

Alat masak dari bahan keramik atau porselen sudah lama dipakai. Keunggulannya antara lain punya penghantar panas yang baik jadi tidak mudah merusak nutrisi makanan, tidak lengket, dan mudah dibersihkan. Sayangnya mudah pecah akibat perlakuan yang serampangan. Bahan keramik juga menghasilkan racun bila permukaannya mulai rusak.

Baca juga: Dapur Sehat, Masakan Mantap

Kaca

Bahan dari kaca dikenal sangat aman bagi tubuh dan makanan, serta berumur lama. Tentu tergantung pula bagaimana pemilik memperlakukannya, mengingat mudah pecah bila tak hati-hati. Akan tetapi tidak semua masakan bisa diolah dari alat masak berkaca. Contohnya menu steak dan kue.

Aluminium

Bahan aluminium sangat digemari karena mudah sekali panas dan enteng dipegang. Tapi, dari panasnya pula, bahan aluminium rentan berpengaruh pada rasa serta warna makanan. Umumnya rasa makanan lebih pahit dari yang seharusnya. Tentu cukup berbahaya bila terus menerus menyantap menu darinya karena endapan toksik tadi.

Tembaga

Lalu ada alat masak dari tembaga, yang seringnya berwarna kuning kecoklatan. Bahan ini punya batas umur tertentu. Sifatnya sangat mudah bereaksi dengan panas dan boleh dikata, kurang cocok mendampingi Anda di dapur. Apalagi jika bukan karena senyawa beracun yang ditimbulkan. Meski seringkali lapisan permukaan mereka sudah dioleskan jenis logam lainnya.

Besi

Alat masak dari besi tahan benturan, cepat panas, juga pandai menjaga suhu makanan. Kerap jadi andalan sebagai teman setia bagi generasi sebelumnya. Kekurangan alat masak ini, selain juga mengeluarkan racun berbahaya pada tubuh, juga mudah berkarat begitu lama tak terpakai. Jadi tak menarik lagi untuk dipakai.

Baca juga: Benar Dan Aman Saat Memasang Tabung Gas

Stainles, s steel

Stainless steel dikenal penghantar panas yang baik, aman untuk kesehatan, cenderung kuat, dan berumur panjang. Ia juga tidak memberikan pengaruh ke makanan dalam rasa serta warna. Namun sayangnya daya panas yang cukup lama kerap tidak merata pada makanan. Hasilnya, di sebagian titik sudah menuju gosong, sementara di beberapa titik lainnya belum matang. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments