baby-in-white-and-blue-blanket-3611147

Kebutuhan Mahal Yang Sering Dilupakan Setelah Bayi Lahir

Demi anak, banyak orang tua tak pernah keberatan mengeluarkan banyak uang. Apalagi untuk si kecil yang baru lahir. Namun, ada baiknya orang tua tetap melakukan perhitungan. Mengingat beberapa kebutuhan berikut berbiaya mahal tapi sering tak terpikirkan.

Terlebih kebutuhan-kebutuhan ini hadir dalam waktu bersamaan. Di mana sifatnya mendesak dan tidak bisa ditunda. Sementara akibat melupakan sejak awal, pengeluaran mau tidak mau mesti dipaksakan. Sekali dua kali mungkin tak mengapa. Akan tetapi saat terus berulang ditambah nominal yang ternyata sangat besar, tentu berpengaruh signifikan ke keuangan rumah tangga.

Baca juga: Persiapkan Ini Jelang Melahirkan, Agar Tenang Dan Nyaman

Oleh karena itu, anggaran untuk menyambut bayi baru lahir jangan berhenti pada biaya melahirkan saja. Setelahnya masih diikuti keperluan-keperluan yang juga tak kalah pentingnya.

Popok

Salah satunya adalah popok. Baik popok instan (diapers) dan popok yang bisa dicuci ulang. Dalam sehari, orang tua perlu mengganti popok berkali-kali. Sama halnya dengan keterbatasan daya tampung popok cuci ulang, perlu ada cadangan beberapa buah, harganya juga tak bisa disebut murah. Paling tidak, minimal dua ratus ribu rupiah mesti dikeluarkan untuk persediaan popok selama sebulan.

Baju bayi

Juga pengeluaran baju bayi yang ternyata cukup besar. Khususnya bayi dengan berat badan lebih.

Setiap bulan menunjukkan berat badan naik dengan cepat. Pertanda jelas bagi orang tua untuk segera berbelanja baju.

Tapi hati-hati. Pengeluaran kian besar untuk kebutuhan baju ketika orang tua terjebak membeli berlebihan tidak berdasar kebutuhan yang sebenarnya. Karena seringkali desain baju bayi terlihat apik, dijual dengan harga rendah. Menggoda tangan untuk segera mengambilnya. Padahal nantinya saat ditotal angka didapat sangat besar.

Baca juga: Merawat Bayi Baru Lahir Di Era Pandemi

Peralatan pendukung

Kebutuhan mahal juga terletak pada peralatan pendukung. Contohnya adalah stroller, kursi goyang bayi, mainan penumbuh stimulasi, car seat, freezer, pernak pernik untuk menambah kelucuan bayi, dan sebagainya. Termasuk pula aksesoris yang dikenakan pada ibu tapi masih berhubungan dengan bayi. Di antaranya apron menyusui, baju menyusui, bra khusus menyusui, alat pemerah asi, cooler bag dan segala tetek bengeknya.

Susu formula

Pengeluaran kian kencang saat anak mengonsumsi susu formula. Tiap bulan setidaknya membutuhkan sekian kaleng. Kurang lebih ada ratusan ribu rupiah yang melayang dari kantong. Kabarnya satu kaleng kecil bisa mencapai Rp 300 ribu lebih. Bayangkan jika punya anak kembar, berapa ongkosnya khusus untuk susu tambahan?

Imunisasi

Banyak orang tua melewatkan biaya imunisasi. Padahal terkenal selangit, apalagi yang tidak masuk dalam subsidi pemerintah.

Sehingga perlu menebusnya di rumah sakit swasta. Seperti vaksin DPT tidak demam dan PVC yang hampir sejuta. Belum ditambah biaya administrasi dan jasa dokter yang memvaksinasi.

Baca juga: Kompak Dengan Pengasuh Anak

Pengasuh atau penitipan bayi

Satu lagi, ialah biaya pengasuh atau penitipan bayi. Jika melewati batas waktu penjemputan saja, sudah terpasang biaya tambahan per jamnya. Kian mencekik leher ketika ada tambahan berupa uang jaminan, uang antar jemput, pesangon saat pengasuh berhenti, atau membeli perlengkapan baginya untuk memenuhi kriteria gaya pengasuhan keluarga dan tetap aman bagi bayi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments