Asian woman with parcel boxes in delivery service and online sho

Faktor Penyebab Bisnis Rumahan Bisa Gagal

Meski terlihat mudah dan sederhana, ternyata menjalankan usaha rumahan harus berdasar rencana. Plus disiplin dalam beberapa hal. Sebab jika diabaikan, tantangan berat akan menghadang kemajuan usaha.

Apalagi saat ini, di era pandemi, usaha rumahan seakan menjamur. Sebagai opsi tetap mendapatkan pemasukan setelah mengalami pemutusan hubungan kerja, atau inisiatif mengisi waktu yang tersisa karena bekerja di rumah saja. Jadi, pesaing tak bisa dikatakan sedikit.

Khususnya bagi para pemula yang harus total memulai usahanya. Dari menyiapkan modal, menentukan jenis barang dagangan, teknik berjualan, sampai meminta dukungan dari orang-orang terdekat harus terencana. Sementara waktu terus berjualan, usaha dari rumah terus bermunculan, dan tidak ada waktu untuk santai terus menerus.

Baca juga: Perhatikan Ini Sebelum Menjadikan Rumah Sebagai Tempat Usaha

Sedikit saja mengabaikan sekian poin penting dalam usaha rumahan, segala yang dimulai seperti tiada guna. Bahkan untuk sekadar mempertahankan saja akan cukup sulit, apalagi mengembangkan dan menuju skala yang lebih besar.

Pembukuan tidak rapi

Pencatatan arus kas keluar masuk barang dan uang yang tidak beraturan jadi elemen yang ikut menyumbang kegagalan usaha. Pemilik bisa lengah karena tidak memiliki kepastian tentang aset yang sedang dipegangnya.

Tentu ini menjadi bahaya bagi kelangsungan usaha. Misalnya sudah terlanjur mengiyakan sejumlah barang pada pembeli, namun ternyata setelah dicek kembali barang tidak lengkap tersedia. Opini pembeli merosot, urung untuk berbelanja lagi.

Alokasi uang tercampur

Sama halnya dengan mencampuradukkan keuangan. Tidak jelas mana uang pribadi, uang untuk modal produksi, dan mana laba hasil penjualan. Alokasi uang yang seharusnya diperuntukkan untuk kepentingan usaha bila sampai terpakai untuk urusan rumah tangga tentu memberi pengaruh signifikan.

Baca juga: Orang Tua Tunggal, Pilih Kerja Kantor Atau Buka Usaha Sendiri?

Sekali dua kali mungkin masih bisa diatasi. Namun bila terjadi kontinu, jalannya usaha akan tersendat. Terutama di bagian penyediaan barang, lantas berlanjut pada pemasaran, dan jumlah keuntungan.

Ketidakrapian ini juga acapkali memunculkan potensi ke arah utang.

Demi mengembalikan modal usaha kembali sehat. Akan tetapi laba jadi menipis sebab ada beban utang yang mesti dikembalikan.

Tidak menyiapkan ruang

Small online business owner packing in the cardbox. Young man preparing parcel box of product for delivery to customer.

Ruang juga turut memberi peran keberhasilan. Sediakan paling tidak ruangan khusus sebagai pusat perdagangan di rumah. Dengan adanya ruang, barang tidak tercecer serta pemilik usaha bisa memantau dengan leluasa. Contohnya memanfaatkan kamar kosong, garasi, carport, halaman belakang, dan sebagainya.

Tidak optimal di media sosial

Rugi sekali bila tidak mengoptimalkan media sosial saat ini. Selain berbiaya murah, media sosial bisa menjangkau konsumen secara luas.

Media sosial juga telah menjadi alat pemantau kepuasan dari konsumen dan citra branding yang efektif.

Karena itu, coba buat akun khusus untuk berjualan, isi kontennya dengan gambar serta kata-kata yang apik. Berikan pelayanan yang ramah dengan lekas menanggapi pertanyaan dari konsumen.

Baca juga: Fungsi Branding Saat Pandemi

Buruk dalam tahap produksi dan kemasan

Dan, jangan abaikan soal tahap produksi dan kemasan. Konsumen berharap barang yang dipesan bisa segera sampai di tangan dengan pengemasan yang menarik. Jadi segera eksekusi begitu order masuk ke pesan pribadi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

 

Comments

comments