22-1

Tips Menghadapi Krisis Bagi Pekerja 50 Tahun Ke Atas

Serbuan corona bagi pekerja berusia 50 tahun ke atas bukan hal yang mudah. Selain membahayakan kesehatan, karir dan faktor lain ikut terancam. Mereka harus lihai menghadapi serta mengatasi krisis berkepanjangan ini.

Terlebih usia yang disandang juga menempatkannya sebagai kepala keluarga. Otomatis pemasukan yang utama ada di pundak mereka. Sekali kena PHK atau usaha yang telah lama dirintis terjun bebas, kebutuhan rumah tangga ada di ranah bahaya. Sementara umur paruh baya jadi halangan memasuki dunia kerja. Ditambah masa pandemi tak banyak membuka lowongan yang baru.

Baca juga: Profesi Tambahan Bagi Para Pensiun

Seseorang dengan usia lebih dari 50 tahun juga menjadi sasaran empuk bagi virus mematikan ini. Apalagi pada tubuh telah hinggap lebih dulu berbagai penyakit kronis. Seperti stroke, jantung, diabetes, dan sebagainya. Kian menambah permasalahan jadi semakin kompleks.

Tetap mematuhi protokol

Ada baiknya, tetap mematuhi protokol sebagai sebuah keharusan. Oleh sebab dampak yang tidak main-main bila corona sampai menjangkiti tubuh. Sekali virus menyebar, pengendalian di dalam tubuh akan sangat membutuhkan waktu dan tenaga.

Dengan begitu, segalanya bisa tambah pelik. Jangankan untuk melaksanakan suatu rencana. Sembuh hanya menjadi satu-satunya keinginan. Sedangkan impian ini juga belum tentu berhasil digapai.

Karena itu, pikirkan beribu kali jika ingin melanggar protokol kesehatan.

Tetap pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak dengan orang lain, dan perhatikan asupan nutrisi.

Sebisa mungkin bekerja dari rumah

Akibat potensi bisa tertular di mana saja, upayakan membatasi diri dari kegiatan di luar rumah. Termasuk bekerja. Syukuri dan nikmati saja andai kantor memang masih menerapkan work from home sampai sekarang. Tapi jika tidak, mungkin dapat mengajukan izin atau tidak terlalu banyak mengambil shift serta jam lembur.

Baca juga: Tindakan Nyata Saat Krisis Yang Perlu Dilakukan Atasan

Menjaga keuangan baik-baik

Sudah pastinya urusan uang jadi prioritas saat ini. Tak terkecuali bagi pekerja diatas 50 tahun. Mulai dari menyusun ulang porsi anggaran untuk tiap kebutuhan, melakukan penghematan, mengajukan keringanan tagihan pada bank, menghindari belanja barang tersier, dan sebagainya.

Juga memikirkan setiap sen yang keluar dari tabungan jika memang pemasukan benar-benar berhenti.

 Pasalnya uang dalam bentuk tunai, passive income, investasi, pesangon dari perusahaan, atau lainnya jadi pegangan. Jalan untuk memenuhi segala keperluan sehari-hari hingga krisis berakhir. Maka, keuangan mesti stabil dan berjalan sesuai kalkulasi yang tepat.

Bebaskan diri dari stres

Tambahkan kesehatan jiwa sebagai daftar pertahanan diri. Jiwa yang sehat menjadi modal utama. Jernih dalam berpikir, tetap tenang, dan mudah mengendalikan segala tindak tanduk diri. Sehingga saat ada masalah gampang terurai. Tak terbelenggu oleh pikiran negatif yang mungkin datangnya dari bayangan sendiri.

Baca juga: Kenali Dan Kelola Stres Dengan Baik

Cari alternatif sebanyak mungkin

Krisis memang mendatangkan banyak masalah. Imbangi dengan mencari alternatif sebanyak-banyaknya. Agar tetap bertahan selama mungkin. Misalnya dengan mencari pemasukan tambahan, menghindari utang, tetap menjalin relasi dengan klien dan bekas rekan kerja, menjual aset yang dipunya, serta tidak melupakan hiburan bagi diri sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments