16

Mengatur Cemburu Saat Sering Berjauhan Dengan Pasangan

Cemburu pada pasangan kerap terjadi bagi yang menjalani long distance relationship (LDR). Bukan hanya karena beda kota atau negara, tapi bisa jadi karena lama tak bertemu akibat kebijakan social distancing. Lama tak bertemu bisa menyebabkan percikan-percikan kecil, termasuk cemburu.

Tantangan yang harusnya menjadi bumbu-bumbu cinta, malah mengantarkan pada perpisahan selamanya. Jadi, cemburu perlu dikelola dan diatur sedemikian rupa.

Akumulasi emosi yang kompleks ini bisa menggabungkan banyak rasa sekaligus. Di antaranya ada rasa marah, kecewa, takut, namun juga meliputi rasa sayang dan cinta yang luar biasa. Atas apa yang terjadi pada diri pasangan atau yang telah menimpa pada diri sendiri.

Baca juga: Adakah Ciri-Ciri Posesif Pada Pasangan Anda?

Mungkin ada yang pernah mengatakan tak apa sesekali ada cemburu hadir dalam sebuah hubungan. Akan tetapi, cemburu yang tidak terkelola akan menjadi bumerang yang tajam. Hubungan bisa kandas, emosi jadi tak terkendali, sampai ketidakmampuan memperjuangkan hak-hak pribadi. Misalnya kontrol berlebihan dari pasangan atas sikap posesifnya yang mengarah pada hubungan tak sehat. Lantaran dilatarbelakangi oleh cemburu membabi buta.

Sumber cemburu

Coba kenali mengapa rasa cemburu muncul. Tentunya ia tidak terjadi begitu saja tanpa ada penyebab sama sekali. Belum tentu pula penyebabnya dari pasangan yang kerap tak memberi kabar atau terlalu asyik dengan rutinitasnya.

Cemburu dapat datang karena faktor internal. Contohnya adalah merasa insecure karena sering membandingkan diri dengan orang lain. Ada bayangan melintas seolah pasangan mulai tertarik pada yang lain, yang mana secara fisik lebih baik. Karenanya, tak perlu gegabah saat terpikirkan suatu gambaran di benak sendiri. Barangkali itu memang ilusi semata tanpa alasan dan bukti.

Mengungkapkan perasaan 

Solusi lain untuk mengatasi cemburu ialah mengatakan yang sebenarnya pada pasangan.

Cara untuk membuat pasangan mengerti apa yang sedang Anda alami. Sehingga beban tidak ditanggung sendiri. Tapi perhatikan supaya bisa berjalan efektif. Pilih waktu dan momen yang pas. Misalnya saat sama-sama luang. Gunakan pula lisan berintonasi yang enak didengar. Pasangan jadi tergugah dan mau peduli dengan cemburu yang sedang melanda.

Baca juga: Ketika Pasangan Memiliki Sahabat Lawan Jenis

Ingin tahu atau menuduh

Selain mengungkapkan, Anda juga bisa menanyakan. Terutama ketika sudah mengemban aneka rasa hingga menimbulkan berbagai tanda tanya. Untuk yang satu ini, ingat, lebih baik memang diniatkan untuk bertanya serta ingin mengetahui jawaban pasangan. Bila sedari awal bertanya untuk melontarkan tuduhan, sebaiknya hindari. Alih-alih pasangan bakal memberikan keterangan yang sebenarnya. Ia akan langsung berontak dan marah balik pada Anda.

Hargai waktu

Tak bisa ketemu memang jadi bikin banyak perjuangan. Seringkali sulit menemukan waktu barang sebentar sekadar untuk saling menyapa. Maka, keduanya sama-sama perlu menghargai waktu. Apalagi bila memang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari agar tetap bisa menjaga hangatnya relasi. Kadangkala sekali saja tak menepati janji, menjadi sebab munculnya cemburu. Lalu diikuti dengan reaksi-reaksi lain yang saling menyakiti.

Baca juga: Mengapa Orang Berselingkuh?

Saling terbuka

Daripada cemburu karena ada rahasia, lebih baik saling terbuka. Satu sama lain bisa menceritakan aktivitas rutin maupun yang sifatnya tak penting. Tentang kesibukan di kantor, siapa saja teman yang tinggal seatap, tempat makan siang favorit, dan lainnya. Tak ada yang ditutupi, tak perlu cemburu berlebihan di hati. (LAF)

 

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments