15-1

Perlukah Masker Untuk Melengkapi Face Shield?

Tren menggunakan face shield kian semarak. Terutama sejak diwacanakan new normal dan PSBB dilonggarkan. Akan tetapi muncul pertanyaan penting. Masih perlukah masker saat memakai perisai wajah transparan ini?

Face shield rata-rata terbuat dari plastik atau mika. Praktis dikenakan dan sifatnya lebih membebaskan dibandingkan saat memakai masker. Dapat melindungi penggunanya dari paparan virus sebesar 96 persen dalam jarak setengah meter dari orang yang tengah batuk. Tampilannya yang transparan memudahkan orang untuk berkomunikasi. Sehingga tanpa harus berdekatan, kontak tetap berjalan lancar. Meski demikian, face shield atau masker punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Baca juga: Keracunan Karbondioksida Dan Pemakaian Masker Saat Olahraga

Dan, kembali pada pertanyaan semula. Para pakar kesehatan sepakat bahwa pemakaian masker tetap wajib walau pada wajah telah terpasang perisai. Terutama saat berada di luar rumah dan ada di fasilitas publik. Ada beberapa alasan yang menguatkan. Salah satunya adalah adanya kelebihan masker yang tidak mampu ditandingi oleh face shield.

Masker lebih optimal melindungi

Face shield memang melindungi, namun masih banyak membuka celah. Karena bentuknya yang sekadar menghalangi bagian muka. Sementara bagian sisi kanan, kiri, dan bawah terbuka lebar. Bila ada cairan droplet tertempel, besar kemungkinan masuk dengan mudah lewat lubang hidung atau mulut. Jadi terbilang proteksinya tak maksimal.

Baca juga: Protokol Negara Lain Saat Membuka Kembali Sekolahnya

Sebaliknya, masker lebih efektif menutup pintu masuk penularan. Baik masker medis maupun masker kain yang kini dilengkapi dengan beberapa lapisan. Dengan syarat digunakan secara benar. Rata menutup bagian hidung, mulut, hingga bagian bawah dagu. Jika dipakai asal-asalan, sama saja tak mendapat manfaatnya sama sekali. Gunakan dengan benar serta segera ganti bila dirasa telah kotor.

Hanya kondisi tertentu saja boleh tanpa masker

Dalam kondisi orang-orang tertentu, ada yang hanya memerlukan face shield. Penambahan masker pada wajah justru akan mengundang bahaya atau mengganggu aktivitas urgen. Misalnya yang dicontohkan oleh pemerintah Singapura. Yakni orang tua dan anak-anak yang rentan dengan gangguan pernapasan, orang dengan riwayat penyakit pernapasan, orang bisu dan tuli yang bakal kesusahan berkomunikasi, atau seorang guru yang akan menemui kesulitan menerangkan materi di kelas.

Baca juga: Pro Kontra Anak Menggunakan Masker

Mereka bebas dari masker. Namun tetap dianjurkan memakai bila dirasa tak terlalu terpengaruh. Seperti memakai masker transparan bagi penyandang tuna rungu dan tuna wicara. Karena bagaimanapun juga masker lebih melindungi ketimbang tidak memakai sama sekali. Lebih-lebih saat berada di luar rumah dan berinteraksi dengan banyak orang.

Face shield bukan pengganti masker

Dan ingat, face shield bukan pengganti masker. Akan tetapi bentuk perlindungan ekstra dari serbuan kontaminasi yang berbahaya. Fungsinya lebih dan sangat dibutuhkan oleh tenaga medis yang memiliki resiko tinggi terpapar virus langsung setiap saat. Hal ini sudah dinyatakan oleh para ahli kesehatan. Jadi dapat disimpulkan, masker tetap merupakan yang utama. (LAF)

 

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments