10-1

Tips Wawancara Online Untuk Skripsi

Untuk menulis skripsi, ada narasumber yang perlu dihubungi. Sayangnya pandemi seperti sekarang tak memungkinkan untuk menemui. Jadilah mengikuti tren saat ini, yakni wawancara online.

Jenis interview ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan wawancara biasa. Bedanya terletak pada tempat bertemunya saja. Namun tetap ada etika dan tata cara yang tak boleh dilewatkan. Dari awal hingga akhir tahapnya. Terutama persiapan teknis yang perlu diprioritaskan guna menjamin kelancaran sesi tanya jawab selama berlangsung.

Apalagi bila narasumber terkategorikan orang yang super sibuk. Dalam waktu yang telah tersedia, mahasiswa harus mampu mengumpulkan data yang dibutuhkan. Karenanya, jangan sampai gagal akibat kesalahan internal, yang kadangkala sifatnya sepele tapi dampaknya luar biasa.

Baca juga: Yang Tabu Dalam Interview

Siapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Begitu mendapat kepastian jadwal, meski mendadak, lakukan dengan sebaik-baiknya. Supaya skripsi terselesaikan, dan tak ada kata menyerah walau sedang era pandemi.

Ikuti jadwal narasumber

Kirimkan pesan untuk menanyakan kesediaan pada narasumber secara pribadi. Sampaikan maksud wawancara dan topiknya mengenai apa. Jika sudah mendapat jadwal, tanyakan aplikasi apa yang dikehendaki untuk interview nanti. Tentunya mahasiswa harus mengetahui akun resmi narasumber yang akan digunakan.

Setelah memastikan itu semua, pastikan juga mahasiswa dapat menguasai aplikasi. Akan meninggalkan kesan yang cukup buruk bila di hari H nyatanya ada kendala, berupa ketidakmampuan menggunakan teknologi.

Persiapan teknis

Persiapan teknis wajib matang. Daftar dari sekarang apa saja yang dibutuhkan. Misalnya komputer, laptop, ponsel, atau alat lain. Ada baiknya tersedia lebih dari satu perangkat. Cadangan bila sewaktu-waktu terjadi hambatan.

Baca juga: Standar Menulis Email Yang Perlu Dipatuhi

Serta alat tulis pada umumnya, seperti kertas dan pulpen. Di samping sudah mengecek ulang jaringan internet agar senantiasa terkoneksi. Bak berbincang di telepon, sinyal yang putus nyambung pasti membuat suasana tidak nyaman. Belum lagi harus mengulang dan kemungkinan kehilangan suara yang seharusnya jadi momen mendapatkan data penting.

Kuasai materi dan pertanyaan

Kuasai materi dan pertanyaan yang akan diajukan. Tuliskan saja semuanya di kertas atau media lain, di mana mudah terlihat kapan saja. Sementara penguasaan materi akan mencerminkan diri seorang yang profesional. Ketika ada yang terlewat atau kurang dalam penjelasan, mahasiswa bisa segera mengajukan pertanyaan. Atau mengembangkan pertanyaan dari jawaban narasumber. Poin plus dari kacamata narasumber dan mahasiswa bisa mendulang data yang lebih banyak, ketimbang tak menguasai konsep sama sekali.

Tetap rapi dan percaya diri

Usahakan tetap rapi. Kenakan pakaian yang resmi dan enak dipandang. Begitu pula dengan latar belakang yang akan terlihat di layar. Redam suara-suara yang tidak dibutuhkan dengan alat bernama headset atau memilih ruangan sepi. Tampilkan kepercayaan diri dengan senyum bersahabat menatap.

Baca juga: Bahasa Tubuh Yang Menggagalkan Wawancara

Cara berpamitan

Kemudiaan saat akhir sesi tanya jawab, pamit dengan cara elegan. Katakan terima kasih atas kesediaan narasumber. Jangan ragu menyampaikan jika sewaktu-waktu akan menghubungi kembali. Tunggu hingga mereka yang menutup terlebih dulu aplikasi percakapan. Baru setelahnya giliran Anda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments